Sinergi Desa untuk Lamongan: Halal Bihalal Kepala Desa Teguhkan Komitmen Pembangunan

Oleh Global Jatim • 29 Apr 2025, 21:19 WIB • 173 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Kepala Desa se-Kabupaten Lamongan yang digelar di Pingky Hotel and Resto pada Selasa (29/4/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antar pemerintah desa dalam mendukung program strategis pemerintah pusat maupun daerah.

Ketua Panitia Halal Bihalal, Ir. Kusbianto Susilo Putro, atau yang akrab disapa Gatot, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi kerja sama dan kekuatan moral dalam pembangunan daerah.

“Silaturahmi jangan sampai terputus. Ini bukan sekadar urusan sosial, melainkan juga amanah moral. Kita harus guyub dan rukun demi menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo serta visi-misi Pak Yes untuk Lamongan,” ujarnya dalam sambutan.

Gatot juga menyampaikan harapan agar kepala desa mendapatkan perhatian lebih dalam alokasi Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Daerah (BKKPD), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap pembangunan di tingkat desa.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya percepatan distribusi pupuk untuk sektor perikanan, menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden terbaru. Menurutnya, ketersediaan pupuk akan menjadi faktor krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis desa, khususnya di sektor kelautan dan perikanan yang menjadi andalan Kabupaten Lamongan.

Mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan, Joko Raharto, turut menyampaikan apresiasi serta salam hangat dari Bupati kepada seluruh kepala desa yang hadir.

“Tanpa perjuangan dan kerja nyata dari para kepala desa beserta perangkatnya, roda otonomi daerah tidak akan berjalan maksimal,” ucap Joko.

Ia juga menyinggung dorongan pemerintah pusat agar desa membentuk Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Dalam kebijakan terbaru, desa diwajibkan mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, termasuk penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Mari jadikan halal bihalal ini sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan kejayaan Lamongan dari desa,” pungkas Joko. (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top