Klarifikasi Terkait Proyek Wisata Galeri Bengawan Bojonegoro

Oleh Global Jatim • 20 Jan 2025, 16:42 WIB • 122 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Terkait dengan pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan pada proyek pengelolaan Destinasi Wisata Galeri Bengawan di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 senilai Rp 1,37 miliar, pihak terkait mengeluarkan klarifikasi sebagai respons terhadap berbagai isu yang berkembang.

Proyek ini meliputi pembangunan taman wisata dan pagar di Galeri Bengawan, yang dilaksanakan oleh dua kontraktor berbeda, yaitu CV Vido Tlogo Djoyo untuk pembangunan taman dengan anggaran Rp 783,29 juta dan CV Pesona Sakti yang menangani pembangunan pagar senilai Rp 587,67 juta.

Mengenai isu tidak tercatatnya paket pekerjaan dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, saat ditemui awak media di ruangan nya menyatakan bahwa pengadaan barang dan jasa dalam proyek ini mengikuti prosedur yang telah diatur oleh peraturan yang berlaku.

“Semua paket proyek pekerjaan ini tercatat dalam LPSE, dan kami selalu melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan prosedur pengadaan ini dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”ungkap Kepala Dinas. (20/01/2025).

Terkait dengan temuan di lapangan pada 4 Januari 2025, yang menyebutkan hanya terdapat pekerjaan pengecatan dan renovasi plafon pada monumen prahu serta pagar keliling Galeri Bengawan, pihak Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari perbaikan dan pemeliharaan.

“Karena masih dalam masa perawatan untuk menjaga kondisi infrastruktur agar tetap baik, dan itu termasuk tanggung jawab rekanan,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menegaskan bahwa proyek ini tetap berada dalam pengawasan yang ketat, dengan mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran.

“Kami memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan akan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan sektor pariwisata yang bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro,”pungkasnya.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro mengakui pentingnya memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik untuk menghindari miskomunikasi dan memastikan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan proyek ini tetap terjaga.

Dengan demikian, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan memberikan klarifikasi lebih lanjut atas isu yang berkembang, serta memastikan kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top