Gerindra Bojonegoro Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kepohbaru

Oleh Global Jatim 13 Sep 2026, 10:42 WIB 79 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Musim kemarau kembali menguji ketahanan warga terhadap krisis air bersih. Di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, sejumlah warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kondisi tersebut mendorong Partai Gerindra menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Minggu, 13 September 2026. Bantuan disalurkan oleh Wihadi Wijanto, anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur IX (Bojonegoro-Tuban), bersama Hadi Winarto, anggota DPRD Bojonegoro dari Dapil III (Kepohbaru, Baureno dan Kanor).

Hadi Winarto turun langsung mengawal pendistribusian air. Warga tampak membawa jeriken dan sejumlah wadah untuk menampung air dari tangki bantuan.

“Kami datang karena kebutuhan air bersih masyarakat tidak bisa menunggu. Ketika warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, bantuan harus segera diberikan. Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Hadi.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut merupakan langkah sementara untuk membantu warga melewati musim kemarau. Persoalan kekeringan, kata Hadi, membutuhkan penanganan yang lebih berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air setiap musim kemarau.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga. Namun ke depan tentu perlu ada solusi yang lebih permanen, terutama terkait ketersediaan sumber dan sarana air bersih di wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan,” ujarnya.

Seorang warga Desa Sugihwaras mengatakan bantuan tersebut sangat membantu, terutama ketika sumber air mulai sulit diperoleh.

“Kalau kemarau seperti sekarang, air sangat dibutuhkan. Kami bersyukur ada bantuan air bersih sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar warga.

Warga berharap distribusi air tidak hanya dilakukan sekali. Mereka menginginkan adanya perhatian berkelanjutan karena persoalan kekeringan kerap kembali terjadi ketika musim kemarau berlangsung.

“Kalau bisa bantuan air dilakukan secara rutin selama sumber air masih sulit. Kami berharap ada solusi supaya setiap kemarau tidak selalu kesulitan air,” katanya.

Persoalan ketersediaan air di Desa Sugihwaras bukan masalah baru. Dokumen Program Inovasi Desa mencatat desa tersebut pernah menghadapi persoalan pasokan air bersih ketika musim kemarau, termasuk keterbatasan sumber air dari sarana yang tersedia.

Karena itu, distribusi air bersih menjadi solusi jangka pendek. Sementara penyediaan sumber air dan infrastruktur yang lebih permanen tetap menjadi pekerjaan rumah agar krisis air tidak berulang setiap musim kemarau. (MJ).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top