Kekalahan Persela Lamongan Berujung Kerusuhan, Suporter Anarkis di Stadion Tuban

Oleh Global Jatim 18 Feb 2025, 20:11 WIB 93 Views

GLOBALJATIM
TUBAN – Persepakbolaan Indonesia kembali tercoreng setelah terjadinya insiden anarkis yang melibatkan oknum suporter Persela Lamongan pada pertandingan lanjutan Grup Y Championship Series Liga 2 2024/2025, yang berlangsung di Stadion Tuban Sport Center, Tuban, pada Selasa, (18/02/2025).

Dalam pertandingan yang seharusnya menjadi laga kandang Persela, karena Stadion Lamongan masih dalam tahap pembangunan, tim tuan rumah harus menelan kekalahan 1-0 dari Persijap Jepara. Gol tunggal kemenangan Persijap tercipta pada menit ke-37 berkat aksi Rosalvo Junior yang berhasil menembus pertahanan Persela.

Namun, usai pertandingan berakhir, sejumlah oknum suporter yang kecewa dengan hasil tersebut melakukan tindakan anarkis. Aksi tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa area stadion, serta memicu ketegangan di sekitar lokasi. Insiden ini tak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga mencoreng nama baik suporter dan tim yang bersangkutan.

Kejadian ini langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak, baik suporter, klub, maupun masyarakat umum. Seorang penggemar sepak bola lokal, Budi (38), menyatakan, “Saya sangat kecewa dengan tindakan oknum suporter ini. Sepak bola itu untuk hiburan, bukan kekerasan. Kita harus bisa menerima kekalahan dengan sportif,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang warga Tuban, Anita (29), juga menambahkan, “Sangat disayangkan, sepak bola yang seharusnya jadi sarana mempererat persaudaraan malah jadi ajang kerusuhan. Semoga ada sanksi tegas agar hal ini tidak terulang,” ujarnya.

Sebagai informasi, pertandingan ini seharusnya berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan, namun karena stadion tersebut tengah dalam proses renovasi, Persela terpaksa menjadikan Stadion Tuban Sport Center sebagai kandang sementara.

Pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti insiden ini dengan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top