Panen Raya Padi di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Apresiasi Petani dan Pemerintah Kaji Solusi Kekeringan dan Banjir

Oleh Global Jatim 07 Apr 2025, 19:20 WIB 70 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO  –  Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, turut serta dalam kegiatan panen raya padi yang berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Senin (07/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang digelar di 14 provinsi di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui platform virtual Zoom Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sambutannya, Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang masih terjangkau.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para petani, yang disebutnya sebagai tulang punggung bangsa dan negara. “Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI,” tegas Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo mengimbau Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Pertanian untuk terus bekerja keras agar harga komoditas seperti daging, telur, dan susu dapat turun lebih lanjut, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati peningkatan konsumsi protein.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan penetapan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp 6.500 per kilogram, yang berlaku untuk seluruh penggilingan padi, termasuk Bulog. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk melindungi petani, mempercepat swasembada pangan, dan memperkuat stok pangan nasional. Presiden menegaskan bahwa penggilingan padi yang tidak mematuhi harga yang ditetapkan akan diberikan sanksi hingga penutupan.

Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa melaksanakan panen raya bersama petani setempat. Ia juga menanggapi beberapa permasalahan yang dihadapi petani, seperti ketersediaan air. Pemkab Bojonegoro, menurut Bupati Wahono, terus berupaya mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pemetaan dan pengaliran sumber air bawah tanah yang ditemukan secara bertahap.

“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna menemukan sumber air tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Wahono juga mengungkapkan rencana pembangunan embung di wilayah Temayang untuk mengatasi masalah banjir. Dengan adanya embung, diharapkan dampak banjir yang terjadi di masa depan dapat diminimalkan.

Sinta, Wakil Pimpinan Bulog Bojonegoro, menjelaskan bahwa Bulog kini mendapatkan tugas untuk melakukan pembelian gabah kering panen langsung dari petani dengan harga yang telah ditetapkan, yakni Rp 6.500 per kilogram.

“Hari ini, kita melakukan pembayaran langsung kepada bapak Yatimin sebesar Rp 20.000.000, dan sisanya akan dibayarkan setelah semua hasil panennya diterima,” ungkapnya.

Yatimin, salah satu petani setempat, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan kebijakan harga gabah yang menguntungkan petani. “Alhamdulillah, panen kali ini sungguh luar biasa,” ungkap Yatimin.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait ketersediaan pupuk, air, dan langkah-langkah untuk menghindari banjir, yang selama ini menjadi kendala di wilayahnya, terutama pada musim tanam kedua.

Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting dalam memperlihatkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan penghargaan dan dukungan kepada para petani sebagai pilar utama dalam produksi pangan di Indonesia. (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top