Johnny Sahilatua: Tetap Berkarya di Era Digital dengan Memanfaatkan Media Sosial
GLOBALJATIM
SURABAYA – Nama Johnny Sahilatua mungkin tidak setenar Chrisye atau Iwan Fals, tetapi karyanya telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang Indonesia. Lagu-lagu seperti Damai Bersamamu (Chrisye) dan Kemesraan (Iwan Fals) adalah bukti kejeniusannya sebagai pencipta lagu. Kini, di tengah pesatnya perkembangan digital, Johnny Sahilatua tetap eksis dengan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan karyanya kepada generasi baru.
Johnny Alexander Sahilatua, adik dari duo Franky & Jane, telah menciptakan banyak lagu hits yang masih dikenang hingga kini. Beberapa karyanya yang populer antara lain Potret, Emily, Purnama Jangan Berkeping, dan Nyanyian Bukit. Lagu-lagunya dikenal dengan nuansa puitis dan melodius, mencerminkan kedalaman rasa serta kecintaannya pada alam.
Meski lebih banyak bekerja di balik layar, Johnny pernah berkolaborasi dengan kakak-kakaknya dalam beberapa album, seperti Untukmu Gadisku (berduet dengan Franky) dan Menyambut Musim Petik (sebagai trio bersama Franky & Jane). Selain itu, ia juga menciptakan dan menyanyikan lagu Sengketa Keraton Demak, yang mungkin belum banyak diketahui publik.
Menyadari perubahan zaman, Johnny Sahilatua kini aktif memanfaatkan platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram untuk mempromosikan karyanya.
“Media sosial sekarang menjadi tren utama untuk mengangkat sebuah karya. Memperkenalkan lagu lewat video pendek jauh lebih efektif,” ujarnya.
Ia bahkan memiliki kanal YouTube pribadi ([youtube.com/@johnnysahilatua](https://youtube.com/@johnnysahilatua)) sebagai sarana berbagi musik dengan penikmat baru. Tak hanya itu, Johnny masih aktif menciptakan lagu di studio mini rumahnya, baik karya baru maupun aransemen ulang lagu lawas.
Sebagai pencipta lagu legendaris, Johnny menekankan pentingnya penghargaan terhadap hak cipta.
“Wajar seorang musisi mendapatkan reward. Namun, semua kembali ke kesadaran masing-masing. Secara moral dan etika, harus ada penghargaan atas hak cipta,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kebangkitan lagu lawas yang banyak dibawakan ulang oleh musisi muda, seperti channel YouTube [Yulin 427](https://youtube.com/@Yulin427), yang kerap menyanyikan karya-karyanya.
Meski berasal dari keluarga Maluku (marga Sahilatua dan Uneputty), Johnny dan kakak-kakaknya—Franky & Jane—tumbuh besar di Surabaya. Mereka menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kota Pahlawan ini, bahkan pernah tinggal di kawasan Kebalen Wetan.
“Surabaya adalah tanah air kedua kami,”ungkap Johnny, yang gaya bicaranya masih kental dengan logat Suroboyoan.
Kini, di usianya yang tak lagi muda, Johnny Sahilatua tetap setia pada dunia musik. Ia terus berkarya, beradaptasi dengan teknologi, dan mewariskan lagu-lagu abadi bagi generasi mendatang. (Why)

Komentar (0)