Ramadhan Mendekat, Pemerintah Bojonegoro Waspadai Inflasi Pangan

Oleh Global Jatim 10 Feb 2026, 14:57 WIB 86 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Satgas Gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin pagi (09/02/2026) di Pasar Kota Bojonegoro. Langkah responsif ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan serta menjaga pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadhan.

Satu per satu pedagang dikunjungi oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polres Bojonegoro (Satgas Pangan), Perum Bulog, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bagian Perekonomian, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Fokus utama pantauan kali ini mengingatkan pada dua komoditas yang mengalami gangguan harga cukup signifikan: daging ayam dan cabai rawit.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan harga daging ayam kini naik ke angka Rp 40.000 per kilogram, setelah sebelumnya stabil di harga Rp 35.000.

Sumarmi, salah satu pedagang daging ayam, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang datang secara bersamaan.

“Permintaan melonjak drastis karena ini masuk musim tradisi Megengan. Selain itu, permintaan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sangat tinggi. Ini yang membuat stok di tingkat pedagang sangat cepat terserap,” ungkapnya.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini disentuh harga Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram. Arya, pedagang cabai setempat, mengeluhkan faktor cuaca buruk yang melanda daerah penghasil sebagai penyebab utama minimnya hasil panen petani.

“Barangnya susah didapat. Kalau pasokan dari petani tersendat karena cuaca, harga otomatis naik. Harapan cuaca kami segera membaik supaya perputaran modal kami sehat dan pembeli tidak merasa berat,” tuturnya.

Meskipun sidak dilakukan di tengah suasana gerimis, koordinasi antar instansi berjalan baik guna memastikan masyarakat Bojonegoro nantinya dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti dengan tenang tanpa terbebani selain harga pangan yang ekstrem. (RED)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top