Katenfil Dorong Perbaikan Struktur Tanah, Produktivitas Sawah Petani di Tuban Meningkat

Oleh Global Jatim • 18 Feb 2026, 12:36 WIB • 143 Views

GLOBALJATIM
TUBAN – Program optimalisasi lahan pertanian melalui metode katenfil yang tengah berjalan di sejumlah desa di Tuban ditegaskan murni bertujuan memperbaiki kualitas tanah, dan tidak beririsan dengan kegiatan pertambangan.

Maksum, menjelaskan bahwa katenfil difokuskan pada penataan kembali lapisan tanah berjenis clay yang selama ini mengalami pemadatan cukup parah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama menurunnya daya dukung lahan terhadap pertumbuhan tanaman.

“Intinya adalah pemulihan struktur tanah. Kami melakukan perataan dan pembenahan agar tanah kembali lebih gembur, mudah diolah, serta mampu menyerap air dan unsur hara dengan lebih baik,” terangnya.

Maksum menegaskan, seluruh pekerjaan dilakukan setelah melalui musyawarah bersama pemilik lahan dan disertai persetujuan tertulis. Begitu pekerjaan rampung sepenuhnya, lahan langsung diserahkan kembali kepada petani untuk dikelola secara mandiri.

“Tidak ada pengalihan kepemilikan. Setelah penataan selesai, lahan tetap sepenuhnya menjadi hak petani,” ujarnya.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh para penggarap. Salah satunya Samiadi, seorang warga setempat, yang mengaku sebelumnya kerap kesulitan mengolah lahan karena tekstur tanah sangat keras.

“Sebelum diperbaiki, alat pertanian sering tidak maksimal karena tanahnya padat. Tanaman juga tumbuh kurang bagus,” katanya.

Setelah lahan ditata melalui katenfil, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan. Proses pengolahan menjadi lebih ringan, sementara hasil panen pada musim terakhir justru meningkat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Alhamdulillah, panennya lebih baik dari yang kami perkirakan,” ungkap petani yang telah puluhan tahun menggarap sawah tersebut.

Ia menambahkan, keterlibatannya dalam program katenfil merupakan keputusan pribadi sebagai upaya memperbaiki kondisi lahan agar tetap produktif dan mampu menunjang kebutuhan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Maksum memastikan penggunaan alat berat mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk pemanfaatan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang diperoleh melalui mekanisme resmi dari instansi terkait.

Sementara itu, material tanah clay yang muncul dari proses penataan lahan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan komersial. Menurut Maksum, seluruh material tersebut justru dialokasikan sebagai bahan pendukung produksi pupuk bersubsidi.

“Kebutuhan clay untuk industri pupuk bersubsidi sangat besar. Dari proses perbaikan lahan ini, kami ikut membantu pemenuhan bahan baku yang dibutuhkan sektor pertanian nasional,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, kegiatan katenfil di Kabupaten Tuban tidak hanya diarahkan untuk memulihkan kesuburan dan produktivitas lahan petani setempat, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari penguatan rantai penyediaan sarana produksi pertanian nasional. (RED)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top