Bupati Tinjau Pelatihan Las di Disnaker, Perkuat SDM Siap Kerja dan Daya Saing Industri
GLOBALJATIM
Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) berbasis kebutuhan industri melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Bupati Lamongan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kamis (23/04/2026).
Dalam kunjungan itu, Bupati meninjau langsung proses pelatihan las, sarana pendukung, serta berdialog dengan peserta guna memastikan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Satriyo Wibowo, S.T., M.M., menyebut kehadiran Bupati menjadi dorongan moral sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Kunjungan ini memberikan motivasi bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, peserta memiliki kompetensi siap pakai sehingga mampu memperluas peluang kerja maupun berwirausaha,” ujar Wibowo.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang dirancang adaptif terhadap perkembangan pasar kerja.
Pelatihan yang berlangsung saat ini adalah las jenis SMAW 3G, diikuti 16 peserta dari kalangan pencari kerja usia produktif, dengan latar belakang beragam, mulai dari lulusan baru hingga yang telah berpengalaman sebagai welder maupun fitter.
“Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi di sektor industri menjadi kebutuhan yang semakin mendesak,” tambahnya.
Wibowo menegaskan, pemerintah daerah berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin, adaptif, dan siap bersaing.
Ke depan, pengembangan pelatihan akan terus dilakukan dengan memperkuat sinergi bersama dunia usaha dan industri guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, M. Zamroni, S.Sos., M.Si., tidak dapat mendampingi kunjungan Bupati karena sedang menjalankan agenda kedinasan berupa sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Zamroni menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan mendorong calon pekerja migran agar berangkat secara prosedural sesuai ketentuan, mengingat masih ditemukannya PMI non-prosedural yang rentan menghadapi persoalan di negara tujuan.
“Sosialisasi difokuskan di sejumlah wilayah yang menjadi kantong PMI atau daerah asal pekerja migran dalam jumlah besar, seperti Sukorame, Modo, Bluluk, dan Ngimbang, yang mayoritas bekerja di sektor formal di negara tujuan seperti Taiwan dan Hong Kong,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kasus PMI non-prosedural yang sempat mengalami kendala di luar negeri namun berhasil difasilitasi hingga kembali ke tanah air dengan selamat, sebagai pembelajaran penting bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Zamroni menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi, khususnya pengelasan, memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri.
“Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus, seperti pengelasan plat tebal pada posisi 3G hingga 6G. Kebutuhan ini tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di sektor konstruksi luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, Disnaker Lamongan terus menyiapkan tenaga kerja kompeten melalui berbagai program pelatihan, termasuk rencana pengembangan pelatihan operator forklift dan alat berat yang permintaannya juga tinggi.
Ia pun mengingatkan peserta untuk mengikuti pelatihan secara serius hingga tuntas.
“Pelatihan ini membekali hard skill dan soft skill. Jika diikuti dengan sungguh-sungguh, peluang kerja terbuka lebar,” tegasnya.
Selain itu, Disnaker memastikan perlindungan peserta melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan guna menjamin keselamatan selama pelatihan berlangsung.
Di akhir keterangannya, Zamroni mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur calo tenaga kerja serta memanfaatkan informasi lowongan kerja resmi.
“Tingkatkan keterampilan, karena itu menjadi kunci utama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui penguatan pelatihan berbasis kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah dinamika industri yang terus berkembang. (JN)

Komentar (0)