DPRD dan Pemkab Lamongan Perkuat Spirit HJL ke-457 Lewat Ziarah Leluhur

Oleh Global Jatim 26 Mei 2026, 06:08 WIB 139 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – DPRD Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar ziarah leluhur menjelang puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meneguhkan semangat kebersamaan, menjaga jati diri daerah, serta menghormati jasa para pendiri Lamongan.

Ziarah yang diikuti jajaran Forkopimda itu diawali dari Guest House Pemkab Lamongan sebelum rombongan menuju makam tokoh-tokoh bersejarah di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan, yakni Mbah Sambilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong.

Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama dan tabur bunga di setiap makam leluhur. Dalam kesempatan tersebut, sejarah singkat para tokoh turut dibacakan untuk mengingat kembali perjalanan panjang berdirinya Kabupaten Lamongan.

Salah satu tokoh yang dikenang dalam prosesi tersebut adalah Mbah Sambilan, yang dikenal sebagai Patih pada masa Bupati ketiga Lamongan, Raden Panji Puspa Kusuma sekitar tahun 1640–1665. Mbah Sambilan memiliki dua putra, yakni Raden Panji Laras dan Panji Liris.

Kisah Mbah Sambilan juga erat kaitannya dengan tradisi unik Lamongan, yakni perempuan melamar laki-laki. Tradisi tersebut bermula ketika putri Adipati Wirasaba, Dewi Andanwangi dan Andansari, jatuh hati kepada kedua putra Raden Panji Puspa Kusuma.

Dalam tradisi itu, pihak perempuan membawa dua genuk dan dua tikar sebagai simbol ajakan memeluk Islam. Hingga kini, dua genuk tersebut masih tersimpan di depan Masjid Agung Lamongan sebagai bagian dari warisan sejarah budaya daerah.

Selain itu, sejarah Mbah Lamong atau Ronggo Hadi juga disampaikan dalam prosesi ziarah. Tokoh asal Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang itu dikenal memiliki peran besar dalam pembangunan Lamongan dan mendapat julukan Mbah Lamong yang berarti sosok baik serta penuh kasih sayang.

Dalam catatan sejarah, pada 26 Mei 1569 Sunan Giri IV atau Sunan Prapen menetapkan wilayah Kerangga Lamongan menjadi Kadipaten dan melantik Tumenggung Surajaya sebagai Adipati Lamongan pertama.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau Pak Yes mengatakan, peringatan Hari Jadi Lamongan menjadi momentum penting untuk menjaga jati diri masyarakat di tengah derasnya perubahan sosial dan budaya global.

“Kenapa harus kita peringati setiap tahunnya? Tentu ini mengingatkan kepada kita semua bahwa kita semua diberikan amanah untuk memimpin di Kabupaten Lamongan, memimpin masyarakat di sekitarnya, memimpin keluarga-keluarganya, hingga memimpin diri sendiri. Artinya kita harus amanah terhadap apa yang dipimpinnya,” ujar Pak Yes.

Menurutnya, masyarakat Lamongan harus terus menjaga identitas daerah sebagai masyarakat yang santun, religius, dan berbudaya.

“Kita terus membuat jati diri kita agar tidak berubah karena perubahan sosial, karena arus budaya asing dan budaya lainnya akibat perkembangan teknologi informasi. Kita harus terus menguatkan jati diri sebagai masyarakat Lamongan, masyarakat Jawa, sekaligus masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam prosesi di Makam Mbah Lamong, Ketua DPRD Lamongan Mukhammad Freddy Wahyudi turut melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkannya kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap para pendiri Kabupaten Lamongan.

Pada HJL ke-457 tahun ini, Pemkab Lamongan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Mewujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial” sebagai simbol semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam membangun Lamongan yang maju, damai, dan sejahtera. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top