BPKAD Hadirkan “Omah Gendero Abang Putih”, Kenang Perjuangan Ibu Fatmawati pada Penutupan Lamongan Tempo Doeloe

Oleh Globaljatim • 28 Jun 2026, 09:57 WIB • 142 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Malam penutupan gelaran Lamongan Tempo Doeloe 2026 yang mengusung tema besar “Perjuangan” di Lapangan Gadjah Mada, Lamongan, berlangsung meriah dan penuh makna, Sabtu (27/6/2026). Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) menampilkan konsep dan dekorasi yang menggambarkan perjalanan sejarah serta nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Lamongan.

Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lamongan. Mengusung tema “Omah Gendero Abang Putih Ibu Fatmawati Soekarno”, BPKAD mengajak masyarakat mengenang sosok Ibu Fatmawati sebagai salah satu tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Mengangkat pesan “Perjuangan dalam Kesederhanaan, Cinta dalam Ketulusan”, stan BPKAD menghadirkan suasana rumah tempo dulu yang dipadukan dengan berbagai kuliner tradisional khas Lamongan, seperti sego jagung, polo pendem, bubur, cenil, gorengan ndeso, jamu, hingga madu mongso.

Kepala BPKAD Kabupaten Lamongan, Drs. M. S. Heruwidi, M.M., mengatakan tema tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, khususnya kaum perempuan yang turut memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

“Tema ‘Omah Gendero Abang Putih Ibu Fatmawati Soekarno’ kami hadirkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, khususnya kaum perempuan yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Dari sosok Ibu Fatmawati, kita belajar bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di garis depan, tetapi juga lahir dari ketulusan, kesederhanaan, dan pengabdian tanpa pamrih,” ujar Heruwidi.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap sejarah.

“Kemajuan yang kita rasakan hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang generasi terdahulu. Karena itu, semangat gotong royong, kecintaan terhadap budaya, dan rasa memiliki terhadap daerah harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus,” tambahnya.

Melalui konsep “Omah Gendero Abang Putih”, BPKAD tidak hanya menghadirkan nuansa nostalgia, tetapi juga mengajak masyarakat merefleksikan kembali makna perjuangan yang lahir dari kesederhanaan dan ketulusan sebagaimana dicontohkan oleh Ibu Fatmawati Soekarno.

Penutupan Lamongan Tempo Doeloe 2026 menjadi momentum untuk mengingat bahwa kemerdekaan dan pembangunan daerah yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari pengorbanan serta dedikasi para pendahulu dalam membangun bangsa dan daerah. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top