Malam Penutupan Lamongan Tempo Doeloe, Bapenda Tampilkan Perjalanan Pajak Daerah dari Thithilisasi ke Digitalisasi

Oleh Global Jatim • 28 Jun 2026, 20:15 WIB • 200 Views

GLOBALJATIIM
LAMONGAN – Malam penutupan gelaran Lamongan Tempo Doeloe 2026 yang mengusung tema besar “Perjuangan” di Lapangan Gadjah Mada Lamongan berlangsung meriah, Sabtu (27/6/2026). Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadirkan perjalanan sejarah dan transformasi di bidangnya masing-masing sebagai bagian dari refleksi perjalanan pembangunan Kabupaten Lamongan.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan. Mengusung tema “Dari Thithilisasi ke Digitalisasi, Perjalanan Pajak Lamongan dari Masa ke Masa”, Bapenda menghadirkan perjalanan panjang pelayanan perpajakan daerah, mulai dari sistem pencatatan dan pemungutan pajak secara manual hingga bertransformasi ke era layanan digital.

Konsep tersebut digambarkan melalui dua zona berbeda, yakni Zona Arsip Tempo Doeloe yang menampilkan suasana pelayanan pajak masa lampau dengan mesin tik, telepon putar, stempel, arsip dan buku register, serta Zona Digital yang memperlihatkan perkembangan layanan perpajakan modern berbasis teknologi, mulai dari QRIS, layanan online hingga Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (SIMAYA).

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Achmadi, S.STP., M.Si., mengatakan tema yang diusung merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang pelayanan perpajakan di Kabupaten Lamongan yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Melalui tema ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bagaimana pelayanan perpajakan di Lamongan terus bertransformasi. Jika dahulu semuanya dilakukan secara manual atau yang kami sebut masa thithilisasi, kini pelayanan berkembang menuju era digital yang lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujar Edy Yunan Achmadi.

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar perubahan sistem, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

“Pajak daerah merupakan salah satu penopang pembangunan. Karena itu, kami terus berinovasi agar masyarakat semakin mudah dalam mengakses layanan dan memenuhi kewajibannya. Semangat perjuangan hari ini adalah bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa melupakan perjalanan panjang yang telah dilalui,” tambahnya.

Partisipasi Bapenda dalam malam penutupan Lamongan Tempo Doeloe 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah juga ditopang oleh perubahan dan inovasi pelayanan publik. Dari lembar arsip dan buku register di masa lalu hingga layanan digital di masa kini, perjalanan perpajakan daerah menjadi bagian dari semangat perjuangan Kabupaten Lamongan dalam memberikan pelayanan yang semakin modern, efektif, dan inklusif bagi masyarakat. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top