BKKD 2025 Dorong Percepatan Infrastruktur, Jalan Penghubung Ngradin–Kendung Permudah Mobilitas dan Dongkrak Ekonomi Warga
GLOBALJATIIM
BOJONEGORO – Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan hasil di lapangan. Program hibah yang dialokasikan secara khusus untuk pembangunan desa itu menjadi salah satu instrumen percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus membuka peluang penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu realisasi program tersebut terlihat di Desa Ngradin. Pemerintah desa mengarahkan anggaran BKKD untuk pembangunan jalan aspal yang menghubungkan Desa Ngradin dengan Desa Kendung. Infrastruktur tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas warga sekaligus jalur distribusi hasil pertanian.
Manfaat pembangunan itu mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas warga yang sebelumnya terkendala kondisi jalan kini menjadi lebih lancar, termasuk akses menuju lahan pertanian.
“Kini mobilitas warga Desa Ngradin dan Kendung menjadi semakin lancar. Selain itu, sektor pertanian juga sangat terbantu karena semakin mudahnya akses menuju persawahan mereka,” kata Ketua RW 02 Desa Ngradin, Jasmiko, Sabtu (4/7/2026).
Kepala Desa Ngradin, Ngatimin, mengatakan BKKD 2025 menjadi solusi atas keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dalam membiayai pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran cukup besar.
Menurut dia, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memungkinkan pemerintah desa menuntaskan pembangunan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
“Dana BKKD ini sangat membantu desa kami menyelesaikan infrastruktur jalan, yang tentunya langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, khususnya warga Desa Ngradin dan desa sebelah. Kami sangat mengapresiasi program pemerintah kabupaten ini,” ujarnya.
Pemerintah Desa Ngradin berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas antardesa, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Dengan akses transportasi yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan semakin efisien, biaya angkut dapat ditekan, dan peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan sekitar semakin terbuka.
Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur hasil BKKD itu diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi desa dalam jangka panjang. (RED)


Komentar (0)