Petani Sambongrejo Optimistis Panen Meningkat Setelah Lahan Diratakan

Oleh Global Jatim • 16 Jul 2026, 13:32 WIB • 147 Views

GLOBALJATIIM
TUBAN – Hamparan sawah di Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, kini tampak berbeda. Lahan yang sebelumnya berkontur tidak rata mulai berubah menjadi lebih landai setelah dilakukan pemerataan. Perubahan itu disambut positif oleh para petani karena dinilai mempermudah proses budidaya sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas hasil panen.

Bagi petani, pemerataan lahan bukan sekadar mengubah bentuk permukaan tanah. Kondisi sawah yang lebih rata membuat proses pengolahan menjadi lebih efisien, mulai dari pembajakan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Petak-petak sawah yang sebelumnya sempit dan tidak seragam kini dinilai lebih mudah dikelola.

Gatot, salah seorang petani Desa Sambongrejo, mengatakan kondisi lahan sebelum diratakan cukup menyulitkan aktivitas pertanian. Kontur tanah yang tidak merata membuat pekerjaan di sawah membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya pemerataan lahan ini. Dulu petaknya sempit dan pengolahannya cukup sulit. Setelah diratakan, lahannya menjadi lebih luas dan lebih mudah dikelola. Kami berharap hasil panen juga semakin baik,” ujar Gatot, Kamis (16/7/2026).

Pendapat serupa disampaikan Heri. Menurut dia, lahan yang lebih proporsional akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian dalam jangka panjang.

“Kalau lahannya sudah rata, pengelolaannya lebih mudah. Mudah-mudahan hasil panen ke depan lebih melimpah dan tanahnya semakin produktif,” katanya.

Kepala Desa Sambongrejo, Sulasim, menilai manfaat pemerataan lahan mulai dirasakan masyarakat, terutama petani yang sehari-hari menggarap sawah. Ia berharap perubahan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya hasil pertanian di desa.

“Masyarakat, khususnya petani, merasakan manfaatnya. Lahan yang sebelumnya sulit dikelola sekarang jauh lebih mudah diolah. Kami berharap kondisi ini dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani,” tutur Sulasim.

Menurut sejumlah petani, pemerataan lahan bukan pekerjaan yang mudah dilakukan secara mandiri. Selain membutuhkan biaya besar, kegiatan tersebut juga memerlukan dukungan alat berat yang tidak dimiliki sebagian besar petani. Karena itu, mereka mengaku terbantu dengan adanya fasilitasi yang memungkinkan proses pemerataan dapat terlaksana.

Bagi warga Sambongrejo, perubahan kontur lahan menjadi lebih dari sekadar perbaikan fisik sawah. Pemerataan lahan dipandang sebagai langkah awal untuk menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperbesar peluang memperoleh hasil panen yang mampu mendongkrak pendapatan keluarga petani.Jika diinginkan, (RED).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top