Desa Jatirenggo Raih Penghargaan Desa Berdaya 2025 Berkat Inovasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Global Jatim • 08 Jul 2025, 14:35 WIB • 144 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, berhasil meraih penghargaan Program Desa Berdaya 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan atas komitmen desa dalam memberdayakan masyarakat dan mengembangkan pelayanan publik berbasis digital.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam acara yang digelar di SMK Negeri Maritim Brondong, Senin (8/7/2025). Selain Jatirenggo, dua desa lain di Lamongan yang juga meraih penghargaan serupa adalah Desa Tawangrejo (Kecamatan Turi) dan Desa Mungli (Kecamatan Kalitengah).

Salah satu program unggulan yang mengantarkan Jatirenggo meraih penghargaan adalah JALANTOL (Jatirenggo Pelayanan Terpadu Online). Aplikasi berbasis website dan Android ini memudahkan warga dalam mengakses layanan administrasi, menyampaikan pengaduan, mempromosikan UMKM, serta mendapatkan informasi desa tanpa harus datang ke kantor.

Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2025, sekitar 590 warga telah mengunduh aplikasi tersebut. “JALANTOL menjadi terobosan digitalisasi desa pertama di Lamongan,” ujarnya, Selasa (9/7/2025).

Selain inovasi digital, Desa Jatirenggo juga fokus pada ketahanan pangan dengan mengoptimalkan pekarangan rumah dan lahan pertanian untuk budidaya bawang merah melalui sinergi Dana Desa dan BUMDesa.

Di sisi tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran menjadi prioritas. Informasi penggunaan dana desa dipublikasikan secara terbuka di kantor desa, media sosial, dan dibahas dalam musyawarah partisipatif bersama warga.

“Kami juga mengintegrasikan nilai gotong royong dan budaya lokal dalam program sosial, ekonomi, dan gizi,” tambah Deasy.

Program-program Pemdes Jatirenggo mendapat respons positif dari masyarakat, terutama generasi muda yang aktif memanfaatkan JALANTOL. Sementara itu, kelompok lansia mendapat pendampingan bertahap untuk adaptasi teknologi.

“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kekuatan. Kami berterima kasih atas partisipasi warga dalam pelatihan, perencanaan, hingga pelaporan,” ucap Deasy.

Ke depan, Deasy berharap pengembangan JALANTOL semakin inklusif, menjangkau warga lansia dan yang belum melek teknologi. Ia juga menargetkan peningkatan ketahanan ekonomi dan gizi masyarakat agar Jatirenggo menjadi desa mandiri dan sejahtera.

“Kami pastikan program ini bukan sekadar simbol penghargaan, tapi terus berkembang dan memberi manfaat nyata,” tegasnya.

Selain Desa Berdaya, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan BUMDesa kepada Desa Klagensrampat (Kecamatan Maduran) dan Desa Bulutengger (Sekaran), serta penghargaan Jatim Puspa untuk Desa Kranji (Kecamatan Paciran). (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top