Pemkab Bojonegoro Matangkan Program Gayatri 2026, Fokus pada Verifikasi dan Pendampingan Berkelanjutan
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terus mematangkan pelaksanaan Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) 2026. Program ini diarahkan sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis peternakan rakyat.
Tak sekadar menyiapkan penyaluran bantuan, pemerintah daerah kini menitikberatkan pada aspek pendampingan agar program berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada distribusi awal.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, menyatakan bahwa program Gayatri 2026 masih dalam tahap verifikasi calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 28 kecamatan.
“Penyaluran bantuan belum kami lakukan karena masih dalam proses verifikasi. Setelah itu, kami ajukan penetapan melalui SK Bupati, kemudian dilanjutkan bimbingan teknis sebelum distribusi,” ujar Indra.
Sementara itu, capaian program tahun sebelumnya menunjukkan progres signifikan. Sepanjang 2025, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kepada 5.400 KPM dengan total 291.600 ekor ayam petelur, atau mencapai 88 persen dari target yang ditetapkan.
Indra menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan kepada penerima manfaat. Pendampingan tersebut meliputi manajemen pemeliharaan, vaksinasi termasuk Avian Influenza (AI) serta Newcastle Disease dan Infectious Bronchitis (ND+IB) hingga strategi pemasaran hasil produksi.
“Kami terus mendampingi penerima program 2025, baik dari sisi teknis maupun pemasaran, agar usaha ternak bisa berkembang,” katanya.
Program Gayatri dirancang sebagai sumber penghasilan tambahan yang bersifat harian. Ayam petelur dipilih karena memiliki siklus produksi cepat serta pasar yang relatif stabil.
“Melalui ayam petelur, masyarakat bisa memperoleh penghasilan harian. Selain itu, perawatannya relatif mudah,” ujar Indra.
Namun demikian, pemerintah mengingatkan pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan. Hasil penjualan telur diharapkan tidak habis untuk konsumsi jangka pendek, melainkan dialokasikan untuk keberlanjutan usaha, terutama pembelian pakan dan penggantian ayam saat memasuki masa afkir.
Dengan pendekatan tersebut, Program Gayatri diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan di Bojonegoro. (RED)

Komentar (0)