Bupati Yes Kunjungi Stand DPPPAKB di Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, Sejarah Piala Dunia 1938 Jadi Media Edukasi Generasi Masa Depan

Oleh Globaljatim 25 Jun 2026, 10:59 WIB 223 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Perjuangan tidak selalu dimaknai sebagai kisah pertempuran atau perjuangan merebut kemerdekaan. Di era modern, perjuangan juga diwujudkan melalui upaya membangun keluarga yang sehat, melindungi anak, serta menyiapkan generasi berkualitas untuk masa depan bangsa.

Pesan tersebut dihadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Lamongan dalam gelaran Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan melalui stand bertema “Sejarah Piala Dunia Tahun 1938” yang berlangsung di Lapangan Gadjah Mada Lamongan, Rabu (24/6/2026) malam.

Mengangkat salah satu peristiwa olahraga dunia pada era sebelum Perang Dunia II, stand DPPPAKB tampil berbeda dengan menghadirkan nuansa sepak bola klasik yang dipadukan dengan berbagai layanan kesehatan dan keluarga bagi masyarakat.

Konsep tersebut menarik perhatian pengunjung, termasuk Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) yang menyempatkan diri meninjau stand saat berkeliling mengunjungi berbagai stand tematik dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457.

Di balik suasana tempo dulu yang ditampilkan, DPPPAKB menghadirkan beragam layanan mulai dari cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Kimia Farma, konsultasi keluarga berencana (KB), edukasi kesehatan keluarga, hingga permainan interaktif yang melibatkan masyarakat.

Kepala DPPPAKB Kabupaten Lamongan, Dr. dr. Aini Mashida, M.Mrs., mengatakan bahwa tema sejarah Piala Dunia 1938 dipilih untuk menghadirkan pendekatan yang lebih menarik sekaligus membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda sehingga masyarakat tertarik untuk datang, berinteraksi, dan memanfaatkan berbagai layanan yang kami sediakan. Di balik tema sejarah yang kami tampilkan, ada pesan penting mengenai kesehatan keluarga, perlindungan anak, dan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.

Menurut Aini, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang lahir dari lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.

“Keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Ketika keluarga sehat, anak-anak tumbuh dengan baik, perempuan mendapatkan perlindungan, dan masyarakat memiliki akses terhadap layanan yang memadai, maka kualitas generasi masa depan juga akan semakin baik,” jelasnya.

Selain menghadirkan layanan edukatif, stand DPPPAKB juga menyediakan berbagai aktivitas interaktif dan sajian makanan jadul yang menambah daya tarik pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Melalui Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, DPPPAKB ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak berhenti pada cerita masa lalu, tetapi terus berlanjut melalui upaya membangun keluarga yang berkualitas dan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.

Di tengah persiapan menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, semangat perjuangan hari ini tidak hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top