Bupati Yes Tinjau Markas Batalyon Mayangkara di Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, Hidupkan Semangat Kepahlawanan dan Kebanggaan Daerah

Oleh Globaljatim 25 Jun 2026, 15:51 WIB 105 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan yang membentuk karakter dan identitas sebuah daerah. Semangat itulah yang dihadirkan kembali oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan melalui Stand “Markas Batalyon Mayangkara” dalam gelaran Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan di Lapangan Gadjah Mada Lamongan, Rabu (24/6/2026) malam.

Mengusung tema “Semangat Mayangkara, Warisan Bangsa”, stand tersebut mengajak masyarakat menelusuri kembali jejak perjuangan para pahlawan Lamongan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Nuansa perjuangan dipadukan dengan berbagai unsur budaya lokal yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 dan turut mendapat perhatian Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) saat meninjau berbagai stand tematik yang menampilkan beragam wajah perjuangan dalam pembangunan daerah.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, SE., M.Si, mengatakan bahwa tema Markas Batalyon Mayangkara dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu sekaligus upaya mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.

“Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kemajuan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu. Melalui tema Mayangkara, kami ingin mengajak masyarakat mengenal sejarah daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Lamongan,” ujarnya.

Menurut Siti Rubikah, pelestarian sejarah tidak cukup hanya melalui dokumentasi atau cerita dari generasi ke generasi, tetapi perlu dihadirkan dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dirasakan secara langsung.

“Kami ingin sejarah hadir sebagai pengalaman yang hidup. Karena itu, stand ini tidak hanya menampilkan simbol-simbol perjuangan, tetapi juga menghadirkan unsur budaya dan kuliner yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lamongan sejak dahulu hingga sekarang,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya mengenalkan kekayaan budaya daerah, Stand Disbudporapar juga menghadirkan kuliner khas Paciran berupa Sego Muduk serta minuman tradisional Es Siwalan yang selama ini menjadi salah satu ikon kuliner masyarakat pesisir Lamongan.

Melalui Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, Disbudporapar ingin menunjukkan bahwa sejarah dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga. Di tengah arus modernisasi, semangat Mayangkara diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan jati diri Lamongan sebagai bagian dari kekayaan bangsa. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top