Ribuan Warga Kumpulrejo Gelar Tradisi Nyadran, Wabup Tuban: Ini Momentum Pelestarian Budaya

Oleh Global Jatim • 09 Mei 2025, 16:32 WIB • 147 Views

GLOBALJATIM
TUBAN – Ribuan warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, menggelar tradisi Nyadran atau sedekah bumi pada, Jumat (9/5/2025). Tradisi ini diawali dengan Kirab Dewi Sri, simbol kemakmuran dan kesuburan, yang menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, yang turut didampingi oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), anggota DPRD Tuban, dan jajaran Forkopimcam Parengan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Nyadran oleh masyarakat dan Pemdes Kumpulrejo. Ia menilai tradisi ini sebagai momentum penting yang sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kebudayaan.

“Alhamdulillah, hari ini kami sangat mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh pemdes dan masyarakat Kumpulrejo. Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, Nyadran ini juga salah satu bentuk nyata pelestarian budaya. Dan ini selaras dengan agenda Pemkab Tuban terkait pengembangan budaya lokal,” ujar Wabup kepada wartawan.

Ia menambahkan, ke depan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga dapat menarik partisipasi dari berbagai kecamatan bahkan kabupaten lain.

“Tentunya nanti akan dikemas lebih menarik, agar bisa diikuti tidak hanya oleh warga Kumpulrejo, tapi juga masyarakat dari luar daerah. Ini bisa menjadi ajang pertukaran budaya dan sarana promosi kekayaan intelektual lokal,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Camat Parengan, Darmadin Norr, menyatakan rasa syukurnya atas dukungan penuh dari Pemkab Tuban terhadap kegiatan ini. Ia berharap, tradisi Nyadran bisa terus berkembang dan menjadi pemersatu warga.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat perhatian luar biasa dari Pemkab. Semoga dapat terus meningkat kualitasnya dan membawa dampak positif bagi keharmonisan warga,” katanya.

Kepala Desa Kumpulrejo, Kunarsono, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap Nyadran bisa menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan oleh generasi mendatang.

“Saya sangat bersyukur acara ini berjalan lancar. Terima kasih atas dukungan dari Pemkab, Forkopimcam, dan seluruh masyarakat. Semoga ke depan kita bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Tuban, Imam Sutiono, menyebut bahwa tradisi Nyadran di Kumpulrejo sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari warga. Ia menekankan pentingnya pendampingan dari dinas terkait agar kegiatan serupa dapat berkembang maksimal.

“Pak Wabup tadi juga menyampaikan bahwa dinas terkait diminta terus membina kegiatan budaya seperti ini. Harapannya, pelestarian budaya tidak berhenti di satu desa saja, tapi menjadi gerakan bersama,” pungkas Imam. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top