RSUD dr Soegiri Lamongan Pastikan Tak Bedakan Pelayanan Pasien Umum dan BPJS Kesehatan

Oleh Global Jatim • 28 Jun 2025, 17:03 WIB • 106 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – RSUD dr Soegiri Lamongan memastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan pasien yang tercover BPJS Kesehatan.

Hal ini ditegaskan dr Budi Himawan, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD dr Soegiri Lamongan, sebagai komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Menurut dr Budi, saat ini hampir 90 persen warga Lamongan telah tercover BPJS Kesehatan. “Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan bisa tercover BPJS. Pemerintah Kabupaten Lamongan luar biasa dalam mendukung visi dan misi kesehatan ini, sehingga kita patut apresiasi dan dukung bersama,” ujarnya saat menjadi salah satu narasumber talkshow Parade Jiwa Muda di G-Park, Sabtu (28/6/2025).

Ia menjelaskan, tugas Puskesmas adalah melakukan upaya preventif dan promotif agar masyarakat tetap sehat, sedangkan rumah sakit bertugas memastikan pasien yang sakit tetap mendapatkan layanan optimal. “InsyaAllah Lamongan bisa dikatakan yang terbaik, minimal di wilayah karesidenan Bojonegoro,” imbuhnya.

Terkait isu adanya perbedaan perlakuan pasien umum dan BPJS, dr Budi menegaskan pihaknya menjunjung prinsip pelayanan setara. “Kita wajib dan harus tidak boleh membedakan apakah pasien itu umum atau BPJS. Prinsip kami sebagai tenaga kesehatan, pelayanan tetap sama. Yang membedakan hanya kelas rawat inapnya saja,” jelas dr Budi, yang juga merupakan Dokter Spesialis Urologi RSUD dr Soegiri.

Lebih lanjut, dr Budi menyebut bila ada pasien umum yang membutuhkan operasi namun kesulitan biaya, pihaknya justru menyarankan menggunakan BPJS agar tidak terbebani. “Kalau kasusnya tidak emergency, kita sarankan pakai BPJS. Tapi kalau emergency dan pasien benar-benar tidak mampu, kita arahkan ke program Pemkab Lamongan, yaitu LASERKU (Lamongan Sehat dan Sejahtera dengan Kunjungan Rumah),” tuturnya.

Program LASERKU merupakan inovasi Dinas Kesehatan Lamongan untuk memberikan pelayanan publik inklusif dan berkeadilan, dengan tujuan meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Lamongan.

“Prinsipnya, kalau sampai ada perbedaan pelayanan di RSUD dr Soegiri Lamongan, silakan laporkan langsung ke saya. Karena saya sudah menekankan ke seluruh staf bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan pelayanan, baik dari desa maupun kota. Kalau ada, itu ulah oknum. Mohon sampaikan agar kami bisa menindak,” tegas dr Budi.

Ia menambahkan, pasien yang menggunakan BPJS maupun yang dialihkan ke program LASERKU akan mendapatkan pelayanan yang sama baiknya. “Mereka tidak perlu lagi memikirkan biaya, sehingga bisa lebih nyaman menjalani pengobatan,” pungkasnya. (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top