TP PKK Bojonegoro Dorong Pengembangan Gayatri dan Penanganan Anak Tidak Sekolah di Sambongrejo

Oleh Global Jatim 06 Jun 2026, 06:52 WIB 69 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus berusaha ikut mendorong keberhasilan program-program Pemkab. Diantaranya porgram Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Langkah-langkah strategi telah dilakukan, diantaranya dengan melakukan Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kamis (4/6/2026).

Kedatangan rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro disambut antusias oleh masyarakat dan pelaku UMKM Desa Sambongrejo yang menampilkan berbagai produk unggulan desa. Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa kunjungan kerja kali ini mengangkat tema pengembangan Gayatri dan penanganan anak tidak sekolah.

“Kegiatan kunjungan kerja kami mengambil tema pengembangan Gayatri dan penanganan anak tidak sekolah. Selain itu, pernikahan anak juga perlu kita cegah bersama. Desa Sambongrejo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, termasuk dari sisi kemasan produk maupun legalitas dan pendaftaran produknya,” ujar Cantika.

Ia juga mengapresiasi adanya produk telur Gayatri yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, program Gayatri yang dikembangkan TP PKK dapat dimulai dalam skala kecil dengan memelihara sekitar 7 hingga 10 ekor ayam.

“Jika program dari Pemkab mencapai puluhan ekor ayam, pengembangan Gayatri oleh TP PKK bisa dimulai dari skala kecil. Tujuannya tetap sama, yakni mendukung ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan perekonomian rumah tangga,” tambahnya.

Usai kegiatan pelatihan, rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro dijadwalkan mengunjungi lansia miskin yang hidup sebatang kara serta anak-anak PAUD dan TK dalam rangka monitoring pelaksanaan program Gayatri di tingkat desa.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, menyampaikan materi terkait pengembangan program Gayatri. Ia menjelaskan bahwa program tersebut mendorong keluarga untuk memulai beternak ayam dalam skala kecil guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Program pengembangan Gayatri dapat dimulai dengan beternak beberapa ekor ayam saja. Fokusnya adalah menyehatkan gizi keluarga karena kita memiliki sumber protein hewani sendiri. Ayam yang dipelihara bisa ayam kampung biasa dan pakannya dapat memanfaatkan sisa makanan rumah tangga sehingga lebih ekonomis,” jelas Ginuk.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, menyampaikan materi mengenai penanganan anak tidak sekolah (ATS). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memotivasi anak-anak agar terus melanjutkan pendidikan.

“Anak-anak di sekitar kita harus dimotivasi untuk masuk sekolah dan menempuh pendidikan selama 18 tahun. Dinas Pendidikan memiliki aplikasi Anak Tidak Sekolah yang dapat digunakan untuk menampung data ATS. Saat ini lembaga kapasitas pendidikan di Bojonegoro cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah,” ungkap Agus.

Ia menambahkan bahwa keberadaan anak tidak sekolah menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah masyarakat desa hingga lembaga pendidikan untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak.

Melalui kegiatan kunjungan kerja terpadu ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap program pengembangan Gayatri dapat semakin memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan pencegahan pernikahan anak demi terwujudnya generasi Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (RED).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top