Sosialisasi Bantuan Pangan 2026, Kuota Penerima di Kanor Naik Signifikan

Oleh Global Jatim • 10 Apr 2026, 14:52 WIB • 292 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Pemerintah mulai menggencarkan sosialisasi penyaluran bantuan pangan tahun 2026 di tingkat kecamatan. Salah satunya berlangsung di Pendopo Kecamatan Kanor, Jumat (10/4/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah daerah hingga perangkat desa.

Agenda itu dihadiri Camat Kanor, perwakilan Bulog Bojonegoro dari bagian bisnis, Yohanes, serta para kepala desa se-Kecamatan Kanor atau yang mewakili dan pendamping penyaluran. Sosialisasi difokuskan pada mekanisme distribusi serta pembaruan data penerima bantuan pangan pemerintah (BPP).

Sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 berlangsung formal dengan pemaparan materi di depan peserta, menegaskan fokus agenda pada kesiapan distribusi tahap awal tahun.

Dalam paparannya, Yohanes menegaskan adanya peningkatan signifikan kuota bantuan pangan secara nasional pada 2026. Kenaikan itu merujuk pada pembaruan data Kementerian Sosial dengan sasaran rumah tangga pada desil 1 hingga 4 kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Pada 2026 kuota BPP secara nasional mengalami kenaikan dengan kategori desil 1 sampai 4,” ujarnya.

Dampaknya langsung terasa di tingkat lokal. Di Kecamatan Kanor, jumlah penerima melonjak hampir dua kali lipat, dari 4.727 penerima menjadi 8.244 penerima pada tahun ini.

“Khusus Kecamatan Kanor mengalami kenaikan dari 4.727 menjadi 8.244 penerima,” kata Yohanes.

Lonjakan signifikan ini memunculkan konsekuensi serius: aparatur desa dituntut lebih cermat dalam memverifikasi data. Pemerintah kecamatan menekankan, kesalahan kecil dalam pendataan berpotensi memicu konflik sosial di tingkat bawah.

Forum juga diwarnai sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menyoroti teknis penyaluran, potensi data ganda, hingga mekanisme pengawasan distribusi di lapangan.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal pemerintah untuk menekan celah kesalahan distribusi yang selama ini kerap terjadi dalam program bantuan sosial. Dengan kuota yang meningkat tajam, pemerintah berharap bantuan benar-benar menjangkau kelompok paling rentan tanpa kebocoran dan tanpa salah sasaran. (MJ)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top