Harmoni Langkah di Bromo: Ketika Tenaga Kesehatan Menyatukan Semangat Sehat dan Keindahan Alam

Oleh Global Jatim 12 Apr 2026, 18:42 WIB 137 Views

GLOBALJATIM
PROBOLINGGO – Nuansa kebersamaan dan kampanye hidup sehat berpadu dalam lanskap megah Gunung Bromo. Puluhan tenaga kesehatan dari Kabupaten Lamongan menunjukkan partisipasi aktif mereka dalam ajang Bromo Medic Run 2026 yang digelar pada Minggu (12/4/2026).

Sebanyak 55 peserta yang terdiri dari dokter dan perawat turut meramaikan kegiatan lari sejauh 5 kilometer. Rute yang dihadirkan membawa para pelari menikmati panorama alam, dengan titik utama berada di kawasan wisata Jembatan Kaca Seruni Point, Kabupaten Probolinggo.

Ketua IDI Cabang Lamongan, dr. Budi Himawan, Sp.U, MM, FICS, menjelaskan bahwa keikutsertaan timnya bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk nyata ajakan kepada masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

“Syukur, kami berhasil meraih peringkat ketiga sekaligus menjadi rombongan dengan jumlah peserta terbanyak. Namun lebih dari itu, tujuan utama kami adalah menyampaikan pesan penting tentang hidup sehat dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran rombongan Lamongan merupakan bentuk dukungan terhadap IDI Cabang Kabupaten Probolinggo sebagai penyelenggara. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan untuk mempererat hubungan antar tenaga kesehatan di Jawa Timur.

“Kami bahkan memiliki gagasan untuk menghadirkan Pekan Olahraga dan Seni tingkat Jawa Timur, sebagai wadah memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kebugaran para nakes,” tambahnya.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah dr. Candratih. Di usia 64 tahun, ia tetap tampil penuh semangat dan berhasil menyelesaikan lintasan yang cukup menantang, termasuk jalur menanjak dan turunan menuju Seruni Point.

“Medannya memang tidak mudah, jadi wajar kalau harus berhenti sejenak. Tapi semangat tidak boleh kalah, usia bukan alasan untuk berhenti menjaga kesehatan,” ujarnya dengan penuh antusias.

Sementara itu, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang secara langsung melepas peserta, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan konsep wisata daerah yang menggabungkan tiga sektor utama: wisata alam, budaya, dan olahraga.

Menurutnya, perpaduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, sekaligus mendorong Bromo sebagai destinasi unggulan berbasis sport tourism.

“Kami ingin kegiatan ini berkembang menjadi agenda rutin berskala nasional,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan bahwa kawasan Gunung Bromo saat ini tengah memasuki masa rest untuk kepentingan konservasi, sehingga akses menuju kawah dibuka kembali setelah pukul 10.00 WIB.

Di sisi lain, Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo, dr. Syahrudi, mengaku antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia. Dari target awal 500 peserta, jumlahnya meningkat signifikan hingga mencapai 960 peserta.

“Ini menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan yang memadukan olahraga, kesehatan, dan pariwisata. Kami berharap ke depan kolaborasi dengan pemerintah semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan PAD melalui sektor wisata,” pungkasnya. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top