Buka Exportiva Season III, Lamongan Perkuat Akses Pasar Global dan Dorong Pertumbuhan Ekspor

Oleh Global Jatim • 11 Jun 2026, 13:35 WIB • 148 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah menuju daerah berdaya saing global melalui pembukaan Lamongan Exportiva Season III yang dirangkaikan dengan pelepasan simbolis lima kontainer produk unggulan daerah di Sport Center Lamongan (SCL), Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Pemkab Lamongan dalam mendorong perluasan pasar internasional bagi produk industri dan UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem ekspor yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Berbagai produk unggulan yang selama ini menjadi andalan ekspor Lamongan turut ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari hasil perikanan, furnitur, alas kaki, kain tenun, hingga produk makanan dan minuman olahan. Produk-produk tersebut telah menjangkau berbagai negara tujuan ekspor dan menjadi bukti meningkatnya daya saing sektor industri serta UMKM Lamongan di pasar global.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan peluang pasar internasional terhadap produk lokal terus terbuka luas. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pendampingan, promosi, serta akses pasar agar semakin banyak pelaku usaha mampu menembus pasar ekspor.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan sejumlah eksportir dan ternyata kebutuhan terhadap produk UMKM cukup besar. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan bersama. Melalui Exportiva, kami ingin semakin banyak produk Lamongan dikenal dan diterima pasar dunia sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun devisa negara,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk memperkuat posisi Lamongan dalam rantai perdagangan global. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung UMKM naik kelas dan terintegrasi dengan kebutuhan industri maupun pasar internasional.

Optimisme tersebut sejalan dengan capaian sektor ekspor Lamongan yang terus menunjukkan tren positif. Setelah mencatatkan nilai ekspor sekitar Rp38 triliun pada tahun 2025, Pemkab Lamongan menargetkan pertumbuhan nilai ekspor sedikitnya 10 persen sepanjang tahun 2026.

“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. Target kami nilai ekspor Lamongan tahun ini dapat meningkat minimal 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Pak Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa pelepasan lima kontainer pada pembukaan Lamongan Exportiva Season III merupakan simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Lamongan terhadap para pelaku industri dan perluasan pasar di tingkat internasional. Dukungan tersebut juga diperkuat melalui penyediaan ruang konsultasi dan pendampingan ekspor yang melibatkan Bea Cukai Gresik serta Export Center Surabaya guna membantu pelaku usaha memperluas akses pasar global.

Hingga Mei 2026, empat perusahaan yang berpartisipasi dalam Lamongan Exportiva Season III, yakni PT Bumi Menara Internusa (BMI), PT Buildyet Indonesia, PT Quality Works, dan PT Shoetown Mustika Indonesia, tercatat telah menyerap 12.017 tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI) serta menghasilkan devisa ekspor sebesar Rp956,49 miliar. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi sektor industri berorientasi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing produk Lamongan di pasar internasional.

Selain sektor industri, ajang Exportiva juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM unggulan daerah. Pada gelaran tahun ini, UMKM yang turut berpartisipasi antara lain Tenun Ikat Paradila, Kirana Food, Koko Nono, dan Tikar Ansa yang selama ini aktif memperluas jangkauan pemasaran produknya hingga ke pasar internasional.

“Data tersebut menunjukkan bahwa industri dan UMKM Lamongan memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global. Karena itu, kami akan terus memperkuat pendampingan, promosi, serta membuka akses pasar yang lebih luas agar semakin banyak pelaku usaha mampu menembus ekspor,” ujar Anang.

Produk industri dari perusahaan peserta saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Sementara produk-produk UMKM Lamongan telah menjangkau pasar Malaysia, Brunei Darussalam, kawasan Timur Tengah, Dubai, hingga Somalia.

Selain menjadi ajang promosi dan penguatan jejaring bisnis, Lamongan Exportiva Season III juga menghadirkan pameran pembangunan, industri, perdagangan, dan produk unggulan daerah yang berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Juni 2026. Beragam kegiatan turut meramaikan agenda tersebut, mulai dari pameran produk ekspor, bazar UMKM, klinik usaha, layanan publik terpadu, bursa multi produk, wahana keluarga, panggung hiburan, hingga carnival competition.

Melalui Lamongan Exportiva Season III, Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak hanya menampilkan capaian pembangunan ekonomi daerah, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem perdagangan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM, Lamongan optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang ekspor nasional sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri, perdagangan, dan maritim di Jawa Timur. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top