Dukungan Program MBG di Lamongan Menguat, Ribuan Relawan Turun Jalan di Tengah Aksi Damai

Oleh Global Jatim • 24 Jun 2026, 08:11 WIB • 114 Views

GLOBALJATIIM
LAMONGAN – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan terus menguat dan menjadi perhatian publik seiring dengan pelaksanaan aksi damai yang digelar di kawasan Alun-Alun Lamongan, Selasa, (23/6/2026). Ribuan relawan dilaporkan turun ke jalan dalam aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program yang dinilai berdampak pada peningkatan gizi anak sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Aksi ini tidak hanya menjadi ekspresi dukungan di tingkat daerah, tetapi juga mencerminkan menguatnya perhatian publik terhadap implementasi program MBG secara nasional, khususnya dalam aspek ketahanan gizi, penanganan stunting, serta pemberdayaan ekonomi berbasis rantai pasok pangan lokal.

Sejalan dengan itu, Ketua DPRD Lamongan dalam pemberitaan yang beredar menegaskan bahwa Program MBG merupakan program yang dinilai perlu terus dilaksanakan karena memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi daerah.

Berdasarkan materi publikasi yang beredar, aksi damai tersebut mengusung dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas gizi peserta didik, penguatan upaya pencegahan stunting, serta optimalisasi peran sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro dalam penyediaan bahan pangan lokal.

Program MBG sendiri dalam pelaksanaannya dinilai tidak hanya menyasar aspek pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membentuk ekosistem ekonomi baru di tingkat lokal yang melibatkan petani, pelaku UMKM, hingga distributor bahan pangan di daerah.

Sejumlah warga yang terlibat dalam ekosistem program menyampaikan pandangan positif terhadap implementasi MBG di lapangan.

Ismawan, salah satu wali murid, menilai program tersebut memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar siswa di sekolah.

“Program ini membantu pemenuhan gizi anak. Selain itu juga membuat anak lebih fokus belajar karena kebutuhan makan mereka terpenuhi,” ujarnya.

Dari sektor pertanian, Sulkan menilai Program MBG turut memberikan efek ekonomi melalui meningkatnya serapan hasil produksi lokal yang berdampak pada pendapatan petani.

“Kalau hasil panen terserap lebih baik, tentu ini berdampak positif bagi petani,” katanya.

Sementara itu, Ajeng, wali siswa, menilai program tersebut membantu orang tua dalam memastikan kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan selama berada di lingkungan sekolah.

“Anak-anak lebih terjamin gizinya dan lebih semangat sekolah,” ujarnya.

Dari kalangan pelaku usaha mikro, Hj. Siti menilai keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program turut menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat bawah.

“Perputaran ekonomi ikut bergerak karena kebutuhan bahan pangan lokal meningkat,” katanya.

Di tengah meningkatnya dukungan publik di lapangan, Program MBG juga mulai menjadi sorotan lebih luas terkait efektivitas implementasi, tata kelola distribusi, serta konsistensi pelaksanaan di berbagai daerah. Sejumlah pengamat menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh dukungan masyarakat, tetapi juga oleh kesiapan sistem pelaksanaan, pengawasan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Di tingkat daerah, pelaksanaan program ini juga dinilai menjadi indikator penting dalam melihat sejauh mana kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan, terutama dalam menghubungkan kebijakan gizi dengan penguatan ekonomi lokal.

Redaksi telah meminta konfirmasi kepada Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lamongan terkait pelaksanaan, mekanisme pengawasan, serta evaluasi program di daerah tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Satgas belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan. Redaksi akan memuat pembaruan apabila terdapat klarifikasi resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top