Bupati Yes Kunjungi Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, Merawat Sejarah dan Identitas Daerah di Tengah Arus Modernisasi

Oleh Globaljatim 25 Jun 2026, 10:52 WIB 110 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Mengusung tema “Perjuangan”, gelaran Lamongan Tempoe Doeloe menghadirkan kembali jejak sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gadjah Mada Lamongan, Rabu (24/6/2026) malam itu menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 dan mendapat kunjungan langsung dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes).

 

Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) melakukan kunjungan ke sejumlah stand yang berjejer di area festival. Didampingi sejumlah pejabat dan panitia, Pak Yes tampak menyapa peserta serta pengunjung yang memadati lokasi acara.

 

Salah satu stand yang mendapat kunjungan dari Bupati Lamongan adalah Stand Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan yang mengangkat tema “Warisan Industri Rokok Linting Kebanggaan Lamongan”. Stand tersebut menghadirkan gambaran industri rokok linting tradisional yang pernah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus membuka banyak lapangan pekerjaan pada masanya.

 

Kedatangan Pak Yes disambut langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Mokhammad Zamroni, bersama jajaran Disnaker dan petugas stand. Suasana hangat terlihat saat Bupati Lamongan berjabat tangan dan berdialog mengenai konsep edukasi sejarah yang diusung dalam stand tersebut.

 

Menurut Zamroni, keikutsertaan Disnaker dalam Lamongan Tempo Doeloe dengan mengangkat tema “Perjuangan” merupakan bentuk partisipasi untuk mengenalkan kembali sejarah dunia kerja dan industri yang pernah berkembang di Kabupaten Lamongan.

 

“Kami merasa bangga dan terhormat atas kunjungan Bapak Bupati ke Stand Disnaker Lamongan. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai perjalanan dunia kerja dan industri yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah perekonomian Lamongan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini tidak sekadar menghadirkan nuansa masa lalu, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami bagaimana sektor industri lokal pernah tumbuh dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

“Melalui stand ini kami ingin mengajak generasi muda untuk mengenal sejarah dunia kerja di Lamongan. Industri rokok linting merupakan salah satu sektor yang pernah memberikan kontribusi besar terhadap lapangan pekerjaan masyarakat. Nilai perjuangan, ketekunan, dan semangat kerja para pendahulu itulah yang ingin kami hadirkan kembali dalam nuansa Tempo Doeloe Perjuangan,” jelasnya.

 

Festival Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan menjadi salah satu agenda unggulan dalam peringatan HJL ke-457 dengan melibatkan berbagai OPD, komunitas, dan pelaku usaha lokal yang menampilkan ragam potensi serta sejarah daerah.

 

“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa kemajuan Lamongan hari ini dibangun dari kerja keras para pendahulu. Karena itu sejarah perlu dikenang, dipelajari, dan dijadikan inspirasi untuk melanjutkan pembangunan daerah ke depan,” pungkas Zamroni.

 

Di tengah derasnya arus modernisasi, Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga sejarah, budaya, serta nilai-nilai perjuangan yang membentuk identitas daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menengok jejak masa lalu sebagai inspirasi untuk membangun Lamongan yang lebih maju tanpa kehilangan akar sejarah dan jati dirinya. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top