Jejak Sang Fajar Juara I Festival Mural Bulan Bung Karno 2026

Oleh Globaljatim • 28 Jun 2026, 23:05 WIB • 299 Views

GLOBALJATIM

LAMONGAN – Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Lamongan resmi ditutup dengan semangat kebangsaan yang membanggakan. Ajang yang menghadirkan 18 tim muralis dari berbagai daerah di Jawa Timur ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus media edukasi mengenai nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui karya seni visual.

Tim Jejak Sang Fajar asal Surabaya keluar sebagai Juara I setelah karya bertajuk “Api Perjuangan Lintas Zaman” dinilai paling mampu menerjemahkan gagasan Trisakti, Marhaenisme, dan semangat gotong royong ke dalam mural yang komunikatif serta dekat dengan generasi muda.

Prestasi tersebut diraih setelah melalui proses penilaian ketat oleh dewan juri yang terdiri atas Kanya Catnya, Hendy Prayoga, dan Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi.

Juri Hendy Prayoga menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni kesesuaian tema sebesar 30 persen, orisinalitas gagasan 25 persen, teknik dan komposisi visual 25 persen, serta penyampaian pesan 20 persen.

“Berdasarkan hasil penilaian, Juara I diraih Tim Jejak Sang Fajar dengan nilai 282 poin, Juara II Tim Mural Literasi dengan 238 poin, dan Juara III Tim Sarirogo dengan 230 poin. Seluruh peserta juga memperoleh apresiasi berupa hadiah, sedangkan peserta di luar kategori juara mendapatkan hadiah hiburan,” ujarnya.

Selain tiga juara utama, Tim Ujik Sang Juara meraih Juara Harapan I, sedangkan Tim Satu Jiwa menjadi Juara Harapan II.

Festival ini diikuti 18 tim muralis yang berasal dari berbagai komunitas seni, sekolah, hingga kelompok kreatif dari sejumlah daerah. Seluruh peserta diberi kesempatan menuangkan gagasan mengenai nilai-nilai perjuangan Bung Karno pada dinding permanen Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan yang kini menjadi galeri seni terbuka.

Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai mampu menghadirkan ruang budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, Bung Karno masih menjadi sumber inspirasi bagi generasi bangsa. Oleh karena itu, peran seniman dan budayawan sangat strategis dalam menjembatani nilai-nilai para pendiri bangsa kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih kreatif.

“Melalui karya mural ini, para seniman tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga mengaktualisasikan gagasan kebangsaan yang dapat dinikmati masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menilai mural merupakan media komunikasi yang efektif untuk menjangkau Generasi Z yang memiliki pola menerima informasi berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Menurutnya, penyampaian nilai-nilai perjuangan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan media tanpa mengubah substansi pesan yang ingin disampaikan.

“Generasi muda lebih mudah menerima pesan melalui media visual. Karena itu, mural menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Dirham juga mengapresiasi komitmen DPC PDI Perjuangan Lamongan yang mempertahankan seluruh karya mural sebagai instalasi permanen. Ia menilai langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menghadirkan ruang seni publik yang dapat dinikmati masyarakat.

Tidak hanya melalui mural, peringatan Bulan Bung Karno tahun ini juga dilengkapi dengan lomba video berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut Dirham, hal tersebut menunjukkan bahwa penyampaian pesan kebangsaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang diwariskan Bung Karno.

Ketua Tim Jejak Sang Fajar, Andreanus Gunawan, mengaku bangga atas pencapaian timnya. Ia mengatakan tema yang diusung panitia memberikan ruang bagi para seniman untuk mengangkat kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam konteks kekinian.

Melalui karya berjudul “Bung Karno dan Generasi Masa Depan”, timnya ingin mengajak generasi muda mempelajari semangat berdikari, gotong royong, dan nasionalisme sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Saya memang bukan penggemar Bung Karno, tetapi saya sangat mengagumi pemikiran-pemikirannya yang masih relevan hingga sekarang. Semoga karya kami dapat memberikan inspirasi dan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Andreanus.

Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 menjadi bukti bahwa seni tidak sekadar menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mampu menjadi ruang dialog, media pendidikan, dan sarana penguatan karakter kebangsaan. Melalui karya-karya yang kini menghiasi dinding permanen Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan, semangat gotong royong, persatuan, dan cinta Tanah Air diharapkan terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. (JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top