Pekerja Proyek Pembangunan Masjid DPRD Bojonegoro Tanpa APD, Keselamatan Pekerja Diabaikan. Apakah Tidak Kelihatan?
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Proyek pembangunan masjid di depan Kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro menimbulkan kecemasan di kalangan warga setempat. Pasalnya, para pekerja terlihat mengabaikan keselamatan kerja dengan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti helm dan sabuk pengaman.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pekerja bergelantungan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai. Proyek yang telah berjalan selama beberapa bulan ini terkesan tidak mendapatkan pengawasan yang layak dari dinas terkait maupun DPRD, yang seharusnya menjadi contoh dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Imbauan ‘KAWASAN WAJIB MENGGUNAKAN APD’ hanya sekadar slogan,” keluh Rohmat, seorang warga yang sering melintas. Ia menekankan kekhawatirannya jika terjadi kecelakaan di lokasi proyek yang seharusnya menjadi teladan dalam penerapan K3. (24/10/2024).
“Kurangnya penegakan standar K3 tidak hanya membahayakan keselamatan pekerja, tetapi juga memunculkan keraguan terhadap kualitas pekerjaan,” tegasnya.
Dari sudut pandang pengamat, situasi ini mencerminkan lemahnya implementasi regulasi K3 di proyek – proyek publik.
“Jika proyek yang dibiayai oleh pemerintah saja mengabaikan keselamatan, bagaimana dengan proyek lain yang mungkin tidak diawasi?” ujar seorang analis kebijakan setempat.
Warga lainnya berharap Dinas Tenaga Kerja dan Kontruksi Bojonegoro segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang mengabaikan prosedur keselamatan ini.
“Keselamatan pekerja harus diutamakan, terutama dalam proyek fasilitas publik,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek dan dinas terkait belum memberikan tanggapan. Warga berharap agar langkah tegas diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di semua sektor, khususnya dalam proyek yang melibatkan dana pemerintah. (Red)

Komentar (0)