Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Lintas Sektor: Dari Hulu hingga Hilir, Bonorowo Jadi Agenda Prioritas

Oleh Global Jatim 15 Okt 2025, 20:20 WIB 88 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen nyata terhadap persoalan rakyat. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Bonorowo: Tata Kelola Bengawan Jero Lamongan”, Fraksi PDIP berupaya mencari solusi konkret terhadap persoalan banjir dan kekeringan ekstrem yang menimpa para petani di wilayah Bengawan Jero.

Kegiatan yang digelar di ruang Komisi B DPRD Lamongan pada Rabu (15/10/2025) ini diinisiasi sebagai tindak lanjut perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, untuk memastikan isu-isu kerakyatan di daerah mendapat perhatian serius.

Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen, menegaskan bahwa langkah Fraksi PDIP ini merupakan bentuk nyata loyalitas terhadap garis perjuangan partai.

“Ini perintah dari Ibu Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri. Ke depannya kita tidak hanya fokus pada Bengawan Jero, tapi juga sektor lain yang menyentuh langsung kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, menjelaskan bahwa permasalahan tata kelola air di Bonorowo sudah sangat mendesak.

“Saat musim hujan, petani kebanjiran; saat kemarau, mereka kekeringan. Ketika ekstrem, air bahkan tidak bisa dikendalikan. Ini sangat merugikan aktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.

Dari hasil diskusi, Fraksi PDIP mencatat beberapa usulan utama, yakni normalisasi Kali Corong, pembangunan DAM, dan penyediaan pompa air besar.

“Untuk satu pompa saja biayanya mencapai Rp 500 jutaan. Di hulu Kali Corong dibutuhkan sekitar 15 titik DAM dan 15 pompa. Fraksi PDIP siap memperjuangkan ini ke tingkat provinsi dan pusat,” papar Erna.

Ia menegaskan, perjuangan ini tidak hanya tentang pengairan, tetapi tentang ketahanan pangan nasional.

“Lamongan adalah lumbung pangan nasional. Jika Bengawan Jero tertata, petani bisa panen tiga kali setahun. Ini perjuangan Fraksi untuk kedaulatan pangan bangsa,” tambahnya.

Wakil Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), Achmad Zaini, turut menyampaikan harapan besar.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal perbaikan nyata. Baik hulu, tengah, maupun hilir bisa tanam padi bersamaan dan hasilnya maksimal,” ungkap Zaini.

Budayawan Lamongan, Supriyo, juga menambahkan pandangan topografis penting.

“Perencanaan tata ruang harus mengintegrasikan normalisasi sungai seperti Kali BMCM dan Kali Dinoyo dengan restorasi rawa alam seperti Semando, Cungkup, dan Sekaran. Lahan rawa harus dikembalikan ke fungsi tadah air,” sarannya.

FGD Bonorowo ini menjadi langkah awal Fraksi PDIP memperjuangkan tata kelola air yang berkeadilan dari hulu hingga hilir, demi kesejahteraan petani Lamongan. (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top