Bimtek Budidaya Domba di Kanor: Hadi Winarto Dorong KPM Kembangkan Ternak untuk Penguatan Ekonomi

Oleh Global Jatim • 31 Agu 2026, 12:57 WIB • 86 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Program Domba Kesejahteraan mulai diarahkan bukan sekadar sebagai bantuan ternak, melainkan sebagai modal produktif bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Pesan itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis Budidaya Domba bagi KPM Program PDKT (Domba Kesejahteraan) yang digelar di Pendopo Kecamatan Kanor, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti 98 KPM. Hadir dalam agenda itu anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Partai Gerindra Dapil 3 sekaligus Komisi B, Hadi Winarto, Camat Kanor Faisol Ahmadi, serta jajaran Disnakkan.

Hadi menekankan agar bantuan domba dari pemerintah daerah dipelihara dan dikembangkan. Menurut dia, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“Domba yang diberikan Pemkab Bojonegoro bisa dirawat dengan baik. Tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan adanya program Domba Kesejahteraan, mohon jangan dijual,” kata Hadi.

Pesan tersebut menempatkan penerima bantuan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pengelola aset produktif. Domba diharapkan berkembang sehingga manfaat program tidak berhenti pada bantuan awal.

Perwakilan Disnakkan Bojonegoro, Sukiswo, S.St., mengatakan pemeliharaan ternak relatif mudah sehingga KPM diharapkan mampu mengembangkan bantuan tersebut secara berkelanjutan.

“Dari segi perawatan kambing itu mudah. Dengan adanya Program Domba Kesejahteraan ini untuk menyejahterakan, bukan untuk memberatkan para KPM. Saya minta tolong program domba ini dikembangkan oleh para KPM,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kanor Faisol Ahmadi mengatakan program Domba Kesejahteraan diharapkan semakin familiar di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, ingin peternakan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Bojonegoro.

“Bicara soal kambing, Pak Bupati Bojonegoro ingin memfamiliarisasikan ternak kambing di masyarakat Bojonegoro,” kata Faisol.

Bagi 98 KPM di Kanor, bimtek ini menjadi bagian penting agar bantuan ternak tidak berhenti sebagai program seremonial. Pengetahuan mengenai perawatan dan pengembangan ternak menjadi bekal agar domba dapat tumbuh menjadi aset ekonomi keluarga.

Program tersebut pada akhirnya akan diuji bukan dari berapa banyak domba yang diserahkan, melainkan dari seberapa jauh ternak berkembang, menghasilkan nilai ekonomi, dan mampu memperkuat kemandirian keluarga penerima manfaat. (MJ)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top