Masyarakat Perlu Tahu, Ini Bedanya Dokter Gigi Umum dan Spesialis Bedah Mulut
GLOBALJATIM
LAMONGAN – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut. Padahal, perbedaan ini penting diketahui, terutama dalam menangani kasus-kasus kesehatan mulut dan wajah yang kompleks.
Dokter Spesialis Bedah Mulut RSUD dr. Soegiri Lamongan, drg. Saifullah Amri, Sp.BM, M.Ked.Klin, menjelaskan bahwa bedah mulut merupakan bidang spesialisasi dalam kedokteran gigi yang secara khusus menangani tindakan pembedahan pada rongga mulut, rahang, dan struktur wajah.
“Bedah mulut lebih fokus pada tindakan pembedahan, baik yang sederhana hingga kompleks. Sementara dokter gigi umum lebih menangani perawatan dasar dan pembedahan ringan,” jelasnya, Selasa (20/5/2025).
Menurut drg. Saifullah, sejumlah kondisi seperti gigi impaksi, gigi patah, tumor jinak, kista, hingga rahang terkunci, memerlukan penanganan oleh dokter spesialis bedah mulut. “Kasus-kasus tersebut tergolong kompleks dan membutuhkan tindakan cepat, tepat, serta fasilitas medis yang memadai. Semua layanan tersebut tersedia di RSUD dr. Soegiri Lamongan,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah mulut bila mengalami keluhan seperti nyeri hebat di gigi geraham belakang, bengkak pada wajah atau gusi, perdarahan di rongga mulut yang tak kunjung berhenti, benjolan di rahang, kesulitan membuka atau menutup mulut, hingga patah gigi atau rahang akibat kecelakaan.
Tak hanya berfokus pada aspek medis, bidang bedah mulut juga berperan penting dalam rehabilitasi dan estetika wajah. Di antaranya penanganan celah bibir dan langit-langit, pemasangan implan gigi, serta rekonstruksi rahang akibat trauma atau tumor.
“Tindakan bedah mulut bersifat definitif. Kami tidak hanya menghilangkan sumber penyakit, tetapi juga memulihkan fungsi dan penampilan pasien,” jelasnya.
Ia juga menepis sejumlah mitos yang masih beredar di masyarakat, seperti anggapan bahwa mencabut gigi atas bisa menyebabkan kebutaan. “Itu tidak benar. Syaraf gigi dan syaraf mata tidak saling terhubung,” tegasnya.
Mitos lain menyebut bahwa celah bibir pada bayi disebabkan oleh ibu hamil yang menjahit. “Padahal, kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh faktor genetik, konsumsi obat tertentu, atau paparan radiasi selama kehamilan,” katanya.
Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Mohammad Chaidir Annas, menyatakan bahwa kehadiran dokter spesialis bedah mulut sangat penting dalam sistem layanan kesehatan di daerah.
“Dengan dukungan tenaga ahli seperti drg. Saifullah Amri dan fasilitas yang lengkap, kami siap melayani kebutuhan masyarakat Lamongan dan sekitarnya. Tujuan kami bukan hanya mengobati, tetapi juga memulihkan kualitas hidup pasien,” ujarnya. (Jn)

Komentar (0)