Di Balik Senyum Seorang Dokter: Perjuangan drg Saifullah Amri Menyelamatkan Nyawa Lewat Bedah Mulut

Oleh Global Jatim • 21 Jun 2025, 21:49 WIB • 248 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Di balik senyum tenang seorang dokter gigi, tersimpan dedikasi dan tanggung jawab besar yang menyangkut keselamatan nyawa. Di RSUD dr Soegiri Lamongan, drg Saifullah Amri, Sp.BM, M.Ked.Klin, hadir sebagai Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial yang tak hanya menangani kasus-kasus kompleks, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Menurut drg Saifullah, kesadaran masyarakat terhadap risiko serius dari masalah gigi dan mulut masih sangat rendah. “Banyak yang menganggap sepele gigi berlubang, impaksi, atau sisa akar hanya karena tidak terasa sakit. Padahal, ini bisa jadi bom waktu, terutama bagi penderita diabetes. Abses bisa berkembang menjadi infeksi mematikan,” ujarnya pada Sabtu (21/6/2025).

Menangani wajah, mulut, dan rahang bukan sekadar soal keahlian teknis, tetapi juga soal ketelitian dan komunikasi yang jujur. “Kami di RSUD dr Soegiri selalu terbuka kepada pasien. Bila ada keterbatasan fasilitas atau tindakan, kami sampaikan secara apa adanya. Pasien berhak tahu dan memilih jalan terbaik,” kata dokter yang dikenal ramah namun tegas ini.

Ia mengakui, keterlambatan penanganan menjadi tantangan tersendiri. Banyak pasien datang dalam kondisi kritis karena mengabaikan gejala awal. Untuk itu, ia gencar menyebarkan edukasi melalui media sosial serta jejaring fasilitas kesehatan. “Penanganan cepat dan tepat bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika ia menangani pasien abses yang juga menderita diabetes tidak terkontrol. “Pasien datang ke IGD dalam kondisi penurunan kesadaran. Sebelumnya hanya mengandalkan obat tanpa tahu akar masalahnya. Saat sampai di kami, infeksinya sudah menyebar dan mengancam jiwa,” ungkapnya.

Pengalaman-pengalaman semacam itu mendorongnya untuk membuka layanan lebih luas. Kini, drg Saifullah melayani praktik tiga kali seminggu—setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu—agar masyarakat Lamongan lebih mudah mengakses layanan bedah mulut.

Meski bekerja di rumah sakit daerah, drg Saifullah tidak berhenti bermimpi. Ia tengah menjajaki kolaborasi dengan teknologi kedokteran regeneratif, termasuk pemanfaatan stem cell, untuk memperkuat hasil rekonstruksi rahang akibat tumor, trauma, atau kelainan bawaan.

“InsyaAllah, RSUD Soegiri Lamongan ke depan akan berkembang menjadi pusat layanan bedah mulut dan maksilofasial yang lengkap dan modern. Harapan saya, warga Lamongan tak perlu lagi pergi jauh ke Surabaya atau Jakarta, apalagi ke luar negeri,” ucapnya penuh optimisme.

Bagi drg Saifullah, profesi ini lebih dari sekadar pekerjaan. Ia menganggap setiap tindakan medis sebagai panggilan kemanusiaan. Ia berusaha menyentuh sisi emosional pasien, terutama mereka yang kehilangan kepercayaan diri akibat kondisi wajah atau rahang yang mereka alami.

“Mendengarkan keluhan pasien, memahami harapan mereka, lalu melihat mereka kembali tersenyum, bisa bekerja, beribadah, dan berkumpul dengan keluarga—itulah kebahagiaan sejati bagi saya,” pungkasnya. (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top