DBD Masih Jadi Ancaman, Kadinkes P2KB Tuban Serukan 3M Plus dan Jumantik

Oleh Global Jatim 16 Mar 2024, 20:23 WIB 61 Views

Kadinkes P2KB Tuban, Esti Surahmi (dok.ist)

 

GLOBALJATIM
TUBAN – Memasuki pertengahan bulan Maret tahun 2024, curah hujan di beberapa wilayah masih cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Tuban.

Seiring dengan kondisi tersebut, beberapa wabah penyakit juga masih menjadi ancaman serius, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut data yang dihimpun globaljatim.co.id, grafik angka DBD di Tuban telah mengalami penurunan, dari tahun 2022 sebanyak 651 kasus menjadi 203 di tahun 2023.

Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) P2KB terus mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan aktif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kami berharap masyarakat secara masif melakukan gerakan 3M plus yakni menutup, menguras dan mengubur barang-barang bekas, plus mencegah keberadaan sarang nyamuk di sekitar tempat tinggal,” ujar Kadinkes P2KB Tuban, Esti Surahmi, Sabtu (16/03/2024).

Selain itu, Esti menyampaikan, bahwa gerakan 3M plus merupakan cara yang sangat efektif, terlebih jika didukung dengan adanya kader Jumantik yang melakukan pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypt.

“Harapannya, satu rumah memiliki satu petugas jumantik, sehingga pencegahan DBD bisa lebih maksimal. Dengan begitu, harapannya kasus DBD di tahun 2024 ini dapat menurun drastis,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dari data Dinas Kesehatan Propinsi Jatim, per 13 Maret 2024 jumlah kasus DBD di Kabupaten Tuban adalah sebanyak 148 kasus.

Reporter : PRD

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

Back to top