RSUD dr Soegiri Lamongan Beri Tips Hindari Penyakit yang Diprediksi Naik di 2025
GLOBALJATIM
LAMONGAN – Tren penyakit di tahun 2025 diperkirakan masih didominasi oleh penyakit degeneratif seperti diabetes, obesitas, serta penyakit kardiovaskular. Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah risiko penyakit tersebut.
Menurut dr. ABR, meski pandemi Covid-19 sudah mereda dan masyarakat memiliki ketahanan komunal terhadap virus tersebut, penyakit tidak menular (PTM) justru masih menjadi tantangan besar.
Diabetes, obesitas, dan penyakit jantung terus meningkat seiring dengan pola hidup yang kurang sehat. Bahkan, kasus gagal ginjal yang memerlukan cuci darah juga semakin tinggi, menyebabkan antrean panjang di berbagai fasilitas kesehatan.
“Pola penyakit degeneratif memang masih menjadi problem. Diabetes dan obesitas semakin tidak berkurang, yang berujung pada penyakit jantung dan ginjal. Saat ini, kapasitas mesin cuci darah sudah penuh, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah,” ujar dr. ABR, Jumat (7/2/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan cukai pada makanan tinggi gula yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, langkah ini penting untuk menekan angka obesitas dan diabetes, terutama di kalangan anak-anak. “Jika diterapkan, saya sangat setuju. Di luar negeri sudah berjalan, dan hasilnya terbukti efektif mengurangi konsumsi gula berlebih,” tegasnya.
Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan
Untuk menghindari tren kenaikan penyakit ini, dr. ABR menekankan pentingnya pencegahan. Ada dua aspek utama yang harus dijaga, yaitu kesehatan mental dan fisik. Pertama kesehatan mental, masyarakat harus bisa Mengelola stres dengan lebih banyak bersyukur dan tidak berekspektasi berlebihan.
“Selain itu, juga menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu istirahat. Serta nengurangi paparan informasi yang berlebihan agar tidak mudah cemas,” tuturnya.
Kemudian kesehatan fisik, dr ABR menyampaikan, masyarakat bisa menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat, protein, vitamin, serta sayur-mayur.
Menghindari makanan tinggi gula dan lemak yang berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes. Tak hanya itu, berolahraga secara rutin agar tubuh tetap aktif dan metabolisme terjaga. Serta istirahat yang cukup minimal 6 jam sehari untuk mendukung regenerasi sel tubuh.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mulai dari pola makan sehat, olahraga, hingga istirahat cukup, semuanya berperan penting dalam menjaga kesehatan kita,” tutur dr ABR, Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan. (Jn)

Komentar (0)