Langkah Jitu Lamongan, Kalahkan TBC Lewat Sinergi hingga Posyandu

Oleh Global Jatim 27 Agu 2025, 00:48 WIB 157 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Gerak cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) sebelum 2030 patut diacungi jempol. Langkah ini merupakan jawaban atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Lamongan berupaya memenangkan pertempuran melawan TBC dengan strategi yang terorganisir, melibatkan semua pihak, dari tingkat kabupaten hingga desa.

​Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr. Mohammad Chaidir Annas, mengungkapkan TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meskipun sering menyerang paru-paru, penyakit ini juga bisa menyebar ke organ vital lain seperti otak, tulang, bahkan ginjal.

​”Strategi utama kita adalah memperkuat penemuan kasus. Kita libatkan semua stakeholder terkait, mulai dari petugas kesehatan, pemerintah desa, hingga organisasi profesi,” ujar dr. Annas.

​Menurutnya, penguatan skrining dilakukan secara menyeluruh tanpa membatasi wilayah. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kasus sedini mungkin di semua lapisan masyarakat. Dinkes Lamongan juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan sistem pelayanan.

​”Penanganan kita mulai dari lini terbawah, mulai dari Posyandu, Puskesmas, sampai Pemerintah Desa,” tambahnya.

​Peran Penting Posyandu dan PKK

​Upaya ini tak bisa berjalan sendiri. Berdasarkan data Dinkes Lamongan, sepanjang 2025 ada 1.996 kasus TBC yang tercatat dari estimasi 4.191 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.941 pasien sudah mendapat penanganan dan sedang menjalani pengobatan.

​Melihat data ini, Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, memastikan pihaknya siap berkontribusi aktif. Salah satu caranya adalah dengan mengandalkan kader PKK dan Posyandu.

​”Posyandu sekarang sudah berkembang dengan enam pilar layanan standar. Tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tapi juga menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat,” jelas Anis.

​Ia berharap para kader Posyandu bisa menjadi garda terdepan untuk menemukan kasus TBC di desa. “Nantinya, kasus yang ditemukan akan dilaporkan secara berjenjang sampai ke tingkat kabupaten,” ungkapnya optimis.

​Dengan sinergi lintas sektor ini, Pemkab Lamongan yakin eliminasi TBC pada 2030 dapat terwujud. Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pembangunan di Lamongan. (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top