Satu Abad NU, Ketua Golkar Bojonegoro: NU Jangkar Stabilitas Bangsa

Oleh Global Jatim 01 Feb 2026, 10:10 WIB 113 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Menjelang puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, S.Pd., M.H., menyampaikan penghargaan atas peran historis dan strategis NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dikutip dari golkarbojonegoro.com, Ahmad Supriyanto menilai usia satu abad bukan sekadar penanda waktu bagi NU, melainkan cermin ketangguhan organisasi tersebut dalam merawat nilai moderasi beragama dan kebangsaan. Di tengah dinamika sosial-politik nasional, NU dinilainya konsisten menjadi penyangga harmoni, termasuk di wilayah Bojonegoro yang dikenal sebagai Bumi Angling Dharma.

Politikus yang akrab disapa Mas Pri itu menyebut, terdapat irisan kuat antara nilai kebangsaan yang diperjuangkan Partai Golkar dengan khittah NU, terutama dalam menjaga Pancasila dan kebhinekaan sebagai fondasi berbangsa dan bernegara.

“Bagi kami, NU adalah jangkar stabilitas bangsa. Di Bojonegoro, peran kader-kader NU sangat terasa sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mengawal pembangunan agar tetap berpijak pada kemaslahatan umat,” ujar Supriyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).

Memasuki abad kedua, Supriyanto menyoroti tantangan baru yang dihadapi NU, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan di tengah arus digitalisasi dan tuntutan kemandirian ekonomi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan untuk menjawab tantangan tersebut secara inklusif.

Menurut dia, Partai Golkar berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan ekonomi yang berbasis pesantren dan jamaah. Nilai tawasut dan i’tidal yang menjadi ciri NU, kata dia, relevan sebagai etika berpolitik yang menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan sempit.

“Spirit itu menjadi inspirasi bagi kami untuk terus berpolitik secara santun dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Supriyanto berharap NU tetap konsisten dengan tema besar peringatan satu abadnya, Merawat Jagat, Membangun Peradaban. Ia menilai, di tengah situasi global yang kerap diliputi konflik dan polarisasi, dunia membutuhkan wajah Islam yang ramah dan menyejukkan—sebagaimana yang selama ini dipraktikkan oleh kaum Nahdliyin. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top