Pasar Rengel Tak Pernah Benar-Benar Tidur, Denyut Ekonomi Dimulai Sejak Dini Hari
GLOBALJATIIM
TUBAN -;Saat sebagian besar warga masih terlelap, denyut ekonomi di Pasar Rengel, Kabupaten Tuban, justru mulai berdetak. Sejak pukul 02.00 WIB, satu per satu kendaraan pengangkut sayur, buah, hasil pertanian, hingga kebutuhan pokok memasuki kawasan pasar. Para pedagang bergegas menata dagangannya sebelum pembeli berdatangan.
Sekitar 15 menit kemudian, suasana berubah semakin ramai. Pembeli mulai memadati lorong-lorong pasar. Aktivitas tawar-menawar berlangsung nyaris tanpa jeda, menciptakan hiruk pikuk khas pasar tradisional yang menjadi salah satu pusat perdagangan masyarakat di kawasan perbatasan Tuban dan Bojonegoro.
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus pengunjung tidak hanya berasal dari Kecamatan Rengel. Warga dari Kabupaten Bojonegoro hingga sejumlah daerah sekitar turut memanfaatkan pasar tersebut untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga maupun kulakan.
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Yuni (39), mengaku rutin datang ke Pasar Rengel karena pilihan barang lebih lengkap dan harga relatif bersaing.
“Saya setiap hari belanja ke sini. Sayur, ikan, sampai kebutuhan dapur lengkap. Harganya juga lebih murah dibanding tempat lain, jadi meski dari Bojonegoro tetap rela berangkat dini hari,” ujarnya. (10/7/2026).
Di sudut pasar, aroma kopi hitam yang baru diseduh menjadi teman para pedagang dan pembeli mengawali aktivitas. Sulastri (45), penjual kopi yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Rengel, mengatakan waktu paling ramai justru terjadi sebelum matahari terbit.
“Mulai jam dua saya sudah buka. Pedagang yang datang lebih dulu biasanya langsung mencari kopi atau teh hangat sebelum menata dagangan. Ramainya sampai sekitar pukul enam pagi, setelah itu pembeli umum terus berdatangan,” katanya.
Kesibukan pasar berlanjut hingga sore hari. Pergantian pedagang dan pembeli berlangsung silih berganti, membuat kawasan pasar nyaris tidak pernah sepi. Aktivitas tersebut menjadi penggerak roda ekonomi bagi pedagang, petani, distributor, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilannya dari transaksi di pasar tradisional ini.
Di tengah berkembangnya pusat perbelanjaan modern, Pasar Rengel tetap mempertahankan perannya sebagai ruang ekonomi rakyat. Setiap dini hari, sebelum fajar menyingsing, denyut perdagangan telah lebih dulu menghidupkan kawasan tersebut. (RED).


Komentar (0)