Obed Manufandu: Berlayar dari Timur ke Barat

Oleh Globaljatim 10 Sep 2026, 13:01 WIB 48 Views

GLOBALJATIM

​Herit Obed Manufandu, putra asli Biak, seakan memang dilahirkan untuk menyatu dengan samudera. Namun, perjalanan panjangnya menuju puncak karier tidak pernah instan. Semuanya berawal dari geladak kapal milik PT Pelni pada awal dekade 1990-an, tempat ia memulai karier sebagai anak buah kapal (ABK). Di sana, ia merasakan langsung deburan ombak dan getaran mesin sebuah sekolah kehidupan yang jujur dan keras, sekaligus fondasi utama untuk memahami denyut industri pelayaran Indonesia.

​Dari posisi paling bawah, Obed sapaan akrabnya perlahan menapak tangga karier. Pada tahun 2000, ia dipercaya memimpin sebagai Kepala Cabang PT Pelayaran Fajar Lintas Ijra Lines. Tangannya mulai memetakan peluang bisnis yang lebih luas. Puncaknya tiba pada 2011, saat ia diangkat sebagai Direktur Utama PT Papua Maritim Shipping sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bahari Comamsaso Logistik. Saat itu, ia bukan lagi sekadar pelaut. Ia telah bertransformasi menjadi arsitek logistik yang mengatur aliran barang antarpelabuhan.

​Perjalanan Obed sarat akan simbolisme: berlayar dari Timur ke Barat. Ini bukan semata soal perpindahan geografis, melainkan sebuah narasi tentang bagaimana seorang anak Papua mampu menaklukkan tantangan bisnis di ujung timur Indonesia. Ia membawa semangat pembangunan dari tanah kelahirannya, lalu mengaplikasikannya dalam skala nasional. Dengan pengalaman yang matang, Obed terus menjaga haluan agar kapal-kapal logistik tetap kokoh menghadapi gelombang, demi mencapai pelabuhan kesejahteraan.

​Kesadaran akan pentingnya kepastian hukum juga ia pelihara. Meski sibuk mengurus bisnis, ia tetap menyelesaikan studi sarjana hukum di STIH Manokwari pada 2005, lalu meraih gelar magister hukum dari Universitas Cenderawasih, Jayapura, pada 2021. Baginya, ilmu hukum bukanlah sekadar penghias dinding, melainkan kompas moral yang menuntun setiap keputusan bisnis dan birokrasi yang ia ambil.

​Kiprahnya di dunia maritim semakin kokoh dengan keterlibatannya di berbagai asosiasi. Ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Bintuni, Ketua Asosiasi Perusahaan Keagenan Kapal Indonesia Papua Barat, hingga memimpin Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Posisi-posisi ini menjadikannya jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan kepentingan para pelaku usaha pelayaran.

​Memasuki panggung politik bukanlah sebuah tikungan, melainkan perluasan jalur pelayaran. Di Teluk Bintuni, nama Obed sudah sangat akrab. Sejak era Reformasi, ia menjadi Sekretaris Partai Damai Sejahtera (1998), lalu melanjutkan peran sebagai Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (2005), dan akhirnya memantapkan diri sebagai kader Partai NasDem mulai 2013. Kombinasi antara kemampuan teknis di bidang maritim dan pemahaman hukum inilah yang memperkuat kredibilitasnya di setiap medan yang ia geluti.

​Di tengah padatnya jadwal, Obed tetap menyisihkan waktu untuk mengurus organisasi kemasyarakatan. Ia tercatat memegang jabatan strategis di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) wilayah Papua Barat, sebagai bagian dari komitmennya dalam melayani masyarakat secara utuh tidak hanya di dunia usaha dan politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (Red/*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top