Rangkaian HJB ke-349 Dinilai Rancu, Pemkab Bojonegoro Resmi Batalkan Bojonegoro Night Carnival 2026

Oleh Global Jatim • 21 Okt 2026, 10:03 WIB • 54 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten (HJB) Bojonegoro ke-349 tahun 2026 menuai sorotan tajam dan kritik keras dari publik. Selain dinilai syarat akan kerancuan manajemen acara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) secara mendadak resmi membatalkan gelaran Bojonegoro Night Carnival (BNC) 2026.

Keputusan pembatalan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor: 000/277/412.219/2026 tertanggal 20 Oktober 2026 yang ditandatangani oleh Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, S.H., M.Kes. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pembatalan merupakan keputusan rapat koordinasi pada 19 Oktober 2026 akibat pertimbangan teknis. Padahal, pementasan BNC sedianya dijadwalkan berlangsung meriah pada Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB mendatang.

“Bersama surat ini, kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bahwa berdasarkan hasil serta pertimbangan teknis dengan sangat berat hati kami memberitahukan bahwa Kegiatan BNC (Bojonegoro Night Carnival) tahun 2026 Resmi Dibatalkan,” tulis surat pemberitahuan Disbudpar.

Pembatalan mendadak ini menjadi puncak dari sederet kerancuan pementasan HJB ke-349. Inkonsistensi panitia penyelenggara tampak menonjol sejak awal, mulai dari perubahan tagline perayaan yang berbeda antara saat di-launching dengan yang digunakan saat ini. Tak hanya itu, prosesi sakral penyemayaman api abadi di Pendopo Kabupaten pun disayangkan banyak pihak karena terasa hampa dan kehilangan ruh budaya.

Pegiat budaya Bojonegoro, Priyanto, memberikan tanggapan kritis terkait pergeseran esensi ritual tahunan ini. Menurutnya, penyelenggara terkesan tidak memahami filosofi kebudayaan lokal secara utuh.

“Penyemayaman api abadi dan kirab budaya adalah sebuah satu kesatuan, termasuk dengan kirab gunungan. Ini adalah bentuk dari rasa syukur kita pada Tuhan Yang Maha Esa, juga penghormatan pada bumi dan leluhur Kabupaten Bojonegoro,” tegas Priyanto. Selasa, (20/10/2026).

Sikap terburu-buru dan lemahnya perencanaan Pemkab Bojonegoro ini lantas memicu gelombang kekecewaan di tingkat akar rumput. Puncak acara BNC yang selama ini dinantikan masyarakat sebagai wadah pesta rakyat harus sirna.

Santi, warga Bojonegoro, menyuarakan rasa kecewanya atas pembatalan pementasan carnival tersebut. Ia menyebut masyarakat sangat menantikan Bojonegoro Carnival sebagai ajang hiburan sekaligus puncak penutup dari seluruh rangkaian kegiatan HJB ke-349.

Keputusan diskontinuitas agenda budaya serta ketidakjelasan arah perayaan HJB ke-349 ini pun menjadi catatan merah bagi jajaran Pemkab dan Disbudpar Bojonegoro dalam mengelola momentum bersejarah daerah. (MJ).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top