Sinergi Ketahanan Pangan Desa, SPPG Keduyung Terima Suplai Perdana Telur Segar dari BUMDes
GLOBALJATIM
LAMONGAN — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal mulai diwujudkan di Desa Keduyung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung resmi menjalin kerja sama dengan BUMDes Keduyung melalui suplai telur ayam petelur dari unit usaha desa tersebut.
Pengiriman perdana dilakukan pada Minggu (22/02/2026) dengan total dua karton telur (tray) yang berasal dari kandang ayam petelur milik BUMDes. Seluruh telur yang dikirim dipastikan dalam kondisi segar dan layak konsumsi.
Penanggung jawab SPPG Keduyung, Ismawan ST, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan program ketahanan pangan desa dengan kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini SPPG Keduyung untuk pertama kalinya mendapat suplai telur dari kandang ayam petelur milik BUMDes Desa Keduyung. Mulai hari ini kita bersinergi dengan BUMDes. Program ketahanan pangan yang dikerjakan BUMDes akan dimasukkan ke SPPG Keduyung,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas telur yang diterima sangat baik dan seluruhnya dalam kondisi segar.
“Tadi dikirim dua karton telur, kualitasnya masih fresh, tidak ada yang rusak. Kami berharap sinergi ini bisa terus berlanjut sehingga kebutuhan bahan pangan bergizi dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Keduyung, Moch Imam Safii, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan SPPG merupakan langkah konkret dalam menghidupkan ekonomi desa sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes memang dirancang untuk mendukung program ketahanan pangan desa, sehingga kerja sama dengan SPPG menjadi momentum penting dalam memperluas manfaatnya.
“Kami sangat bersyukur karena hasil usaha peternakan BUMDes bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi masyarakat melalui SPPG. Ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bentuk nyata kemandirian desa,” ujarnya.
Imam Safii berharap sinergi tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya pada suplai telur, tetapi juga pada komoditas pangan lainnya yang dikelola BUMDes.
“Kami ingin ke depan tidak hanya telur, tetapi produk ketahanan pangan lain dari BUMDes juga bisa masuk ke SPPG. Harapannya, ekonomi desa bergerak, program gizi berjalan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Kerja sama ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara lembaga pelayanan gizi dan unit usaha desa dalam membangun sistem pangan lokal yang mandiri, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (JN)

Komentar (0)