RSUD dr Soegiri Lamongan Beri Tips Hidup Sehat bagi Penyandang Diabetes

Oleh Global Jatim • 23 Feb 2026, 13:15 WIB • 145 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Diabetes Melitus atau yang karib disapa ‘kencing manis’ seringkali dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Namun, RSUD dr Soegiri Lamongan menegaskan bahwa vonis diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Dengan manajemen yang tepat, penyandang diabetes tetap bisa menjalani hidup berkualitas dan produktif.

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman (dr. ABR), membagikan kunci utama dalam berdamai dengan penyakit kronis ini. Menurutnya, rasa takut yang berlebihan justru tidak diperlukan asalkan pasien disiplin dalam mengelola kondisi tubuhnya.

“Diabetes itu bukan penyakit akut, tapi kronis, sehingga penanganannya bersifat long life (seumur hidup). Istilah ‘sembuh’ bagi penyandang diabetes sebenarnya adalah kondisi di mana kadar gula darahnya terkontrol dengan baik,” ujar dr. ABR saat berbincang dengan awak media, Senin (23/2/2026).

Jurus Jitu 3J: Kunci Diet Sehat

Banyak orang salah kaprah menganggap penderita diabetes tidak boleh makan enak atau harus berhenti makan sama sekali. dr. ABR meluruskan bahwa yang diperlukan adalah pengaturan, bukan penghentian. Ia memperkenalkan rumus 3J:

1. Jenis Makanan: Memilih nutrisi yang tepat dan menghindari asupan gula berlebih.
2. Jumlah Makanan: Porsi yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh.
3. Jadwal Makan: Kedisiplinan waktu makan sangat krusial untuk menjaga kestabilan glukosa.

“Diet itu bukan tidak makan, tapi mengatur pola makan melalui 3J tersebut. Jika ini dilepas, kadar gula tentu akan melonjak kembali,” tegasnya.

Pentingnya Olahraga dan Pengobatan Teratur

Selain asupan makanan, aktivitas fisik menjadi pilar kedua. dr. ABR menyarankan penderita diabetes untuk rutin berolahraga. Mengapa? Karena olahraga secara teratur dapat merangsang reseptor dan insulin untuk bekerja lebih efektif menyerap gula darah.

Namun, jika kadar gula darah masih tetap tinggi meski sudah mengatur pola hidup, pengobatan medis menjadi jalur yang wajib ditempuh.

“Kami di RSUD dr Soegiri sudah memiliki pengalaman luas dalam menangani pasien diabetes, termasuk penerapan terapi insulin bagi yang membutuhkan,” tambahnya.

Memahami 4 Tipe Diabetes

Agar masyarakat tidak hanya sekadar tahu permukaan, dr. ABR menjelaskan bahwa diabetes terjadi karena sel tubuh tidak mampu menyerap glukosa menjadi energi. Normalnya, kadar gula darah sebelum makan berkisar antara 70-130 mg/dL.

Secara medis, terdapat empat tipe diabetes yang perlu diwaspadai:

• Tipe 1: Terjadi karena kurangnya produksi insulin sejak usia muda, biasanya faktor genetik.
• Tipe 2: Tipe paling umum yang banyak ditemukan di masyarakat, dipicu oleh kombinasi kurangnya insulin dan resistensi reseptor tubuh.
• Tipe 3 (Gestasional): Dialami oleh ibu hamil akibat faktor hormonal. Kondisi ini bisa kembali normal atau berlanjut menjadi tipe 2 setelah melahirkan.
• Tipe 4: Diabetes yang dipicu oleh faktor kurang gizi atau malnutrisi.

“Dari keempat tipe tersebut, Diabetes Tipe 2 adalah yang paling banyak kami tangani di RSUD dr Soegiri,” ungkap dr. ABR, Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan.(JN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top