Transparansi Dana PIP Dipertanyakan: Penjelasan Berbeda dari Sekolah dan Dinas Pendidikan
GLOBALJATIM
LAMONGAN – SD Negeri Karanglangit di Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, memberikan klarifikasi resmi terkait isu dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang tengah viral. Kekhawatiran orang tua siswa mengenai jumlah dana yang diterima yang dinilai tidak sesuai harapan telah memicu perhatian.
Kepala Sekolah SD Negeri Karanglangit, Fatimah, menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
Sesuai informasi resmi, siswa kelas 6 dan kelas 1 menerima dana PIP sebesar Rp. 225 ribu per siswa, berbeda dari informasi yang beredar yang menyebutkan Rp. 450 ribu. Tidak semua siswa yang diusulkan berhasil mendapatkan program bantuan PIP. Sekolah berkomitmen untuk mendukung siswa yang membutuhkan sebaik mungkin.
Fatimah menegaskan melalui pesan WhatsApp bahwa “Pengajuan dana PIP dilakukan secara resmi melalui dinas pendidikan, bukan melalui lembaga lainnya,” ungkapnya. (02/09/2024).
Kepala Sekolah menambahkan, dari total dana yang diterima, ada potongan Rp 20 ribu yang digunakan untuk biaya administrasi, materai, serta membantu siswa lain yang belum menerima PIP namun membutuhkan.
“Dana administrasi tidak masuk ke dalam kantong guru atau kepala sekolah. Sekolah memastikan semua penggunaan dana dilakukan dengan transparansi dan pencatatan yang akurat. Penggunaan dana ini telah disetujui oleh pihak sekolah dan orang tua siswa,” tegasnya.
Berkaitan hasil dari klarifikasi hal di atas kepala sekolah enggan di publikasikan.
Namun, klarifikasi dari kepala sekolah berbeda dengan apa yang telah diungkapkan oleh Munif Syarif, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, saat dihubungi pewarta.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan menjelaskan bahwa PIP yang diterima siswa sesuai tingkatan jenjang pendidikan.
“Siswa SD = Rp. 450 ribu/tahun, siswa SMP = Rp. 750 ribu/tahun, masing-masing per siswa penerima program,” jelasnya. Rabu (04/09/2024).
Berkaitan dengan hal di atas, hasil klarifikasi pihak kepala sekolah dengan penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Lamongan sangatlah bertolak belakang. (Jn/Red).


Komentar (0)