Buntut Kerusuhan, Komdis PSSI Sanksi Persela Tanpa Penonton Sepanjang Musim Depan
GLOBALJATIM
LAMONGAN – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persela Lamongan, buntut dari kerusuhan di laga kontra Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center beberapa waktu lalu.
Berdasarkan surat salinan keputusan yang telah diterima pada Sabtu malam (22/2/2025), Komdis menilai Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persela Lamongan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Pelanggaran tersebut antara lain terjadinya penyalaan flare dalam jumlah banyak, penonton masuk ke area lapangan pertandingan, pelemparan batu dan botol mineral, serta melakukan perusakan fasilitas stadion dan pembakaran yang mengakibatkan pertandingan terhenti.
Atas terjadinya insiden tersebut, Komdis PSSI mengeluarkan dua poin keputusan. Pertama, merujuk kepada Pasal 68 huruf (c) jo Pasal 69 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 70 ayat 1, ayat 2 dan lampiran 1 nomor 5 jo Pasal 13 ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Panitia Pelaksana Pertandingan Persela Lamongan diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2025/2026.
Selain sanksi pertandingan tanpa penonton, Komdis juga menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp. 110.000.000.
Menyikapi sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI, Ketua Panpel Persela, Mahfud Syafi’i, mengatakam pihaknya akan mengajukan banding.
“Saat ini sedang kita siapkan materi untuk mengajukan banding.” kata Mahfud, Minggu (23/2/2025).
Sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis ini menjadi yang kedua kalinya bagi Persela selama Liga 2 musim ini. Sebelumnya, Persela juga mendapatkan sanksi empat pertandingan kandang tanpa penonton. Walaupun kemudian dikurangi menjadi dua pertandingan setelah dilakukan banding.
Sanksi tersebut diberikan Komdis PSSI kepada Persela imbas dari adanya pelemparan, penyerangan dan penganiayaan terhadap perangkat pertandingan saat laga melawan RANS Nusantara pada babak pendahuluan.
Mahfud berharap, adanya dua insiden kerusuhan dan sanksi yang dijatuhkan kepada Persela tersebut, dapat membuat suporter beljar untuk lebih dewasa dalam mendukung tim kesayangannya.
“Yang pertama, suporter lebih dewasa. Fanatik ya fanatik, tapi jangan sampai seperti itu. Karena juga akan merigikan tim,” tuturnya. (**)


Komentar (0)