Bapelitbangda Pastikan Tindak Lanjut Hasil FGD Bonorowo: Infrastruktur Air Masuk Prioritas Pembangunan Daerah

Oleh Global Jatim 15 Okt 2025, 20:16 WIB 65 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN – Kepala Bapelitbangda Lamongan, Sujarwo, memastikan Pemerintah Kabupaten Lamongan akan menindaklanjuti hasil FGD “Bonorowo: Tata Kelola Bengawan Jero” dengan langkah-langkah nyata dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Kami akan bekerja sesuai kewenangan. Salah satunya, bagaimana air yang masuk ke Sungai Blawi bisa dikurangi, dan rawa-rawa atau bosem kita keruk agar mampu menampung air lebih banyak. Ini bagian dari mitigasi banjir sekaligus penyediaan air di musim kemarau,” terang Sujarwo.

Ia menambahkan, Pemkab Lamongan akan menyesuaikan tindak lanjut hasil FGD dengan prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.

“Semua tetap kita rencanakan sesuai dengan fiskal daerah. Infrastruktur jalan tetap prioritas, tetapi pengendalian air juga jadi fokus utama karena mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sujarwo menegaskan bahwa Bapelitbangda menempatkan sektor pertanian dan sumber daya air dalam posisi strategis pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Kami akan integrasikan hasil FGD ini ke dalam rencana pembangunan jangka menengah 2027. Ini akan jadi pijakan penting bagi tata kelola air yang berkelanjutan,” tambahnya.

Budayawan Supriyo juga memberikan masukan untuk perencanaan tata ruang daerah.

“Normalisasi sungai harus diiringi dengan restorasi kolam retensi alam seperti Semando dan Sekaran. Jangan biarkan rawa-rawa alami beralih fungsi karena itu mengurangi daya tampung air,” tegasnya.

Wakil Ketua IP3A, Achmad Zaini, menyambut baik langkah pemerintah daerah.

“Kami berharap, dengan adanya tindak lanjut dari Bapelitbangda, persoalan air bisa diatasi dan petani di hulu hingga hilir bisa panen serentak tanpa khawatir banjir atau kekeringan,” katanya.

Dengan sinergi antara Fraksi PDIP, Dinas PU SDA, Bapelitbangda, BBWS, dan kelompok petani, Lamongan kini memiliki harapan baru menuju tata kelola air yang berkeadilan dan berkelanjutan — dari hulu hingga hilir, dari rawa hingga sawah. (Jn)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top