Jenazah Pejabat Bangkalan Ditemukan di Mobil Dinas di Bandara Juanda, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Oleh Global Jatim • 25 Jun 2026, 20:22 WIB • 118 Views

GLOBALJATIM
BANGKALAN – Penemuan jenazah seorang perempuan di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Selasa, (23/6/2026), menyita perhatian publik. Korban diketahui merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang menjabat sebagai Sekretaris pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP).

Identitas korban telah dikonfirmasi oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Berdasarkan keterangan pihak bandara, mobil dinas jenis Toyota Innova berwarna hitam itu diduga telah terparkir selama beberapa hari. Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan kendaraan berada di lokasi sebelum akhirnya ditemukan jenazah di dalamnya.

Sejumlah saksi mengaku telah melihat mobil tersebut terparkir sejak tiga hari sebelumnya. Namun, tidak ada yang menaruh kecurigaan meski disebut sempat terlihat cairan menetes dari kendaraan itu. Kecurigaan baru muncul pada hari keempat ketika seorang sopir taksi mencium bau menyengat dari arah mobil. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan jasad korban di dalam kendaraan.

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan tim forensik belum dapat memastikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi serta laboratorium lainnya.

“Hasil laboratorium forensik diperkirakan keluar sekitar satu minggu. Saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil toksikologi dan pemeriksaan laboratorium lainnya,” ujar Ni Made.

Hasil autopsi sementara menemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul. Tim forensik juga mendapati pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata, perubahan pada selaput lendir bibir atas dan bawah, serta warna bibir kebiruan yang lazim ditemukan pada kasus kematian akibat kekurangan oksigen.

Pemeriksaan organ dalam menunjukkan perubahan warna pada lidah, saluran pernapasan, dan dinding lambung. Kondisi pembusukan juga ditemukan pada seluruh organ dalam, sehingga menyulitkan penentuan penyebab kematian secara langsung.

Sementara itu, pemeriksaan pada alat vital tidak menemukan sperma maupun tanda-tanda kekerasan seksual berdasarkan hasil swab forensik. Tim dokter juga memastikan korban tidak dalam keadaan hamil, meski sebelumnya kondisi perut yang membesar sempat memunculkan dugaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.

Menurut AKBP Ni Made Wiatini, penyidik masih menunggu hasil uji toksikologi dan pemeriksaan laboratorium forensik dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur sebelum menyimpulkan penyebab kematian.

“Hasil akhir visum akan disampaikan setelah seluruh pemeriksaan laboratorium, termasuk uji toksikologi, selesai,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum menyampaikan dugaan maupun kesimpulan terkait penyebab kematian korban. Penyidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar penentuan penyebab pasti kematian. (HP)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top