Pembangunan Jembatan di Jatilangkir, Kontroversi dan Kekhawatiran Masyarakat

Oleh Global Jatim 17 Okt 2024, 15:10 WIB 105 Views

GLOBALJATIM
LAMONGAN  –  Proyek pembangunan jembatan di Dusun Jatilangkir, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, yang seharusnya menjadi simbol kemajuan, kini terperosok dalam sejumlah masalah yang memicu kekhawatiran warga.

Pembangunan yang didanai dari Dana Desa (DD) ini tidak hanya melenceng dari harapan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai transparansi penggunaan dana.

Di lokasi proyek, papan informasi yang seharusnya dipasang untuk menjelaskan alokasi dana dan perkembangan proyek tidak terlihat, sehingga membuat warga resah dan curiga.

Pengamatan awak media menunjukkan adanya masalah serius pada kualitas material batu yang digunakan. Material tersebut tampak tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan, menimbulkan kekhawatiran tentang ketahanan dan keamanan jembatan di masa depan.

Masyarakat mempertanyakan, apakah jembatan ini akan aman untuk digunakan atau justru menjadi ancaman bagi keselamatan mereka.

Selain itu, keselamatan kerja para pekerja juga menjadi sorotan. Mereka terlihat bekerja tanpa perlindungan yang memadai, padahal standar keselamatan kerja (K3) adalah aspek penting dalam setiap proyek pembangunan. Situasi ini mencerminkan kelalaian yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatal.

Kepala Desa Wonokromo, Ari, tidak memberikan tanggapan ketika dihubungi melalui WhatsApp, menambah kesan bahwa ada pengabaian terhadap tanggung jawab publik.

Salah satu warga, Sun’an Rifai, mengungkapkan ketidakpuasan, menyatakan bahwa Ketua BPD Wonokromo tidak dilibatkan dalam proses pembangunan.

“Kami hanya diberi tahu tanpa ada penjelasan detail. Ketika kami menanyakan soal material, kepala desa hanya menjawab, ‘yang penting semennya,'” ujarnya. (15/10/2024).

Sekretaris Desa (Sekdes) Wonokromo, Azharul Umam Rizqo, juga tidak memberikan jawaban memadai, malah merujuk kembali kepada kepala desa, menunjukkan sikap yang meremehkan peran pengawasan masyarakat.

Melihat berbagai masalah yang muncul, masyarakat Dusun Jatilangkir mendesak agar pembangunan jembatan dilakukan sesuai dengan standar yang lebih baik.

Mereka berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan keselamatan serta kualitas proyek yang dilakukan. (JN/Red).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top