Jalan Kanor – Baureno Pecah, Miliaran Anggaran APBD Bojonegoro Disorot

Oleh Global Jatim • 23 Nov 2024, 15:05 WIB • 76 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO  –  Jalan Kanor – Baureno, salah satu jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Kanor dan Baureno, kini dalam kondisi memprihatinkan.

Jalan yang terletak pada poros Simorejo – Sumberwangi tersebut, yang dikerjakan oleh kontraktor lokal (Putranugraha Bersama) dengan anggaran miliaran rupiah dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 pada akhir tahun, kini menunjukkan kerusakan serius berupa retakan besar yang membelah permukaan jalan. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang khawatir akan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan.

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, kerusakan yang terjadi cukup parah. Retakan lebar yang terpantau dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, bahkan berpotensi merusak sistem kendaraan yang melintasi jalur ini.

Warga setempat sangat cemas karena jalan ini adalah akses utama yang digunakan oleh banyak kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi hingga kendaraan pengangkut barang.

“Saya khawatir kalau jalan ini terus dibiarkan seperti ini. Banyak sekali kendaraan besar yang lewat, dan jika ada kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. (23/11/2024).

Kekhawatiran ini semakin mengemuka karena jalan Kanor – Baureno merupakan jalur yang sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga setempat.

Dengan anggaran APBD Kabupaten Bojonegoro yang mencapai miliaran rupiah, kualitas pengerjaan proyek ini patut dipertanyakan. Banyak pihak menduga bahwa kerusakan yang terjadi bukan hanya karena faktor cuaca atau beban berlebih, tetapi juga karena pekerjaan yang diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa pengawasan terhadap proyek ini juga lemah, sehingga kerusakan menjadi lebih parah.

Henri Siswanto, seorang pakar infrastruktur jalan, menjelaskan bahwa kerusakan seperti ini sering kali terjadi akibat kurangnya pemeliharaan berkala serta pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

“Jalan harus dirawat dengan cara yang sistematis dan berkala, bukan hanya diperbaiki sekali dan dibiarkan begitu saja. Apalagi dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya jalan ini memiliki kualitas yang jauh lebih baik,” ujar Siswanto.

Kerusakan yang terjadi pada Jalan Kanor – Baureno ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat yang merasa hak mereka untuk mendapatkan infrastruktur berkualitas telah diabaikan.

Lebih lanjut, beberapa pihak menduga bahwa kerusakan ini juga disebabkan oleh pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

“Sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa setiap proyek pembangunan jalan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan dilakukan pengawasan yang ketat,” tambah Siswanto.

Dengan uang rakyat yang telah digelontorkan, pertanyaan besar muncul: apakah proyek ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh atau sekadar pencitraan tanpa perhatian serius terhadap kualitas dan keselamatan warga?

Saatnya bagi pemerintah daerah untuk bertanggung jawab dan menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top