Pelayanan PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro Kantor Kas Kanor Dikeluhkan Wali Murid

Oleh Global Jatim 22 Jan 2025, 13:46 WIB 77 Views

GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Layanan yang buruk dan tidak profesional dari petugas PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro Kantor Kas Kanor kembali menjadi sorotan.

Sejumlah wali murid mengungkapkan kekecewaan mereka terkait pencairan KPOB (Kartu Potensi Olahraga Bojonegoro) yang berlangsung di bank tersebut.

Keluhan utama datang dari sikap petugas customer service yang dianggap tidak ramah, bahkan terkesan kasar.

Wahyu, salah seorang wali murid, menceritakan pengalaman buruknya. Ia mengaku saat meminta informasi, petugas customer service tidak hanya menjawab dengan nada tajam, namun juga terkesan membentak dan memarahi nasabah.

“Pelayanan yang seharusnya memberikan kenyamanan malah membuat kami merasa terintimidasi. Ini sangat mengecewakan,” ujar nya dengan nada kecewa (22/01/2025).

Selain itu, masalah lain muncul terkait jam operasional yang tidak konsisten.

Wali murid yang lain, Edi, mengungkapkan bahwa meski sudah mendapatkan nomor antrian pada 21 Januari 2025, proses pencairan KPOB dihentikan lebih awal, tepat pada pukul 12.00 WIB, sementara untuk teller buka jam 10.00 WIB an. Padahal, beberapa wali murid yang datang lebih siang pada hari sebelumnya masih bisa melakukan pencairan hingga setelah jam 13.00 WIB.

“Hari itu, giliran saya sudah tiba, tetapi justru diberitahukan bahwa pelayanan sudah ditutup. Ini jelas tidak adil, karena ada wali murid lain pada hari sebelumnya yang datang lebih belakangan namun tetap dilayani,” tegas Edi dengan rasa frustrasi.

Insiden ini tentunya sangat merugikan nasabah yang mengandalkan pelayanan tepat waktu dan profesional. Wali murid pun berharap pihak bank segera memperbaiki sikap petugasnya serta menetapkan jam operasional yang lebih jelas dan konsisten untuk mendukung kelancaran layanan.

Saat dikonfirmasi, kasir PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro Kantor Kas Kanor membenarkan pembatasan pelayanan pada hari tersebut, yang disebabkan oleh pencairan kolektif di lembaga pendidikan.

“Benar, pada hari itu kami membatasi pelayanan hingga pukul 12.00 WIB, karena ada pencairan kolektif di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Namun, keluhan serupa juga dilontarkan oleh sejumlah wali murid lainnya yang merasa pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan mereka. (Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

You cannot copy content of this page

Back to top