Warga Blokir Akses Tambang Silika di Tluwe Tuban, Diduga Dipicu Masalah Dana Kontribusi
GLOBALJATIM
TUBAN – Aksi pemblokiran akses jalan menuju lokasi tambang silika (kuarsa) oleh warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menyita perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi. Aksi yang berlangsung sejak awal Mei 2025 itu disebut bukan semata-mata karena kerusakan jalan akibat aktivitas tambang, melainkan terkait pengelolaan dana kontribusi dari perusahaan tambang.
Sebuah pesan suara (voice note) yang beredar di tengah masyarakat memperjelas motif di balik aksi tersebut. Dalam rekaman tersebut dijelaskan bahwa warga mempersoalkan dana kontribusi dari perusahaan tambang yang saat ini dikuasai dan dikelola langsung oleh Kepala Desa. Warga menuntut agar pengelolaan dana tersebut dikembalikan ke sistem semula, sesuai pos penggunaan masing-masing—seperti untuk karang taruna, masjid, dan musholla.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tluwe, Suprayitno, yang sebelumnya juga diketahui menjadi koordinator aksi, memilih irit bicara saat dikonfirmasi wartawan.
“Mohon maaf, untuk hal ini saya tidak bisa menjawab. Yang terpenting bagi saya, armada (angkutan tambang) tidak melintas dulu. Itu yang paling utama,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Minggu (4/5/2025).
Sementara itu, pengamat sosial dan politik Tuban, Andika, menilai wajar jika aksi pemblokiran dipicu oleh faktor selain kerusakan jalan. Ia menyebut momentum dan substansi aksi warga mengindikasikan adanya persoalan yang lebih kompleks.
“Logis saja isi voice note itu. Kalau hanya karena jalan rusak, seharusnya aksi sudah dilakukan sejak tambang mulai beroperasi. Ini menunjukkan adanya persoalan lain yang lebih mendasar,” jelas Andika.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Tluwe belum dapat dikonfirmasi karena terbatasnya akses komunikasi. (Red)


Komentar (0)