Pengadaan Armada Haji Bojonegoro 2025 Disorot, KBIHU Masyarakat Madani: Potensi Lokal Dikesampingkan
GLOBALJATIM
BOJONEGORO – Proses pengadaan armada bus untuk mengangkut jemaah calon haji asal Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 menuai kritik tajam dari sejumlah pihak. Penggunaan armada dari luar daerah disebut mengabaikan potensi lokal serta memicu kekhawatiran terkait standar keselamatan.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro, Sholikin Jamik, pada Selasa (20/5/2025) menyatakan kekecewaannya atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang tidak melibatkan konten lokal dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Sudah dipastikan bahwa armada haji yang digunakan oleh Pemkab Bojonegoro berasal dari luar daerah, bukan dari penyedia lokal. Padahal, armada di Bojonegoro masih tergolong layak dan bagus,” tegas Sholikin.
Lebih lanjut, Sholikin menyoroti aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah haji, terutama mengingat banyaknya calon jemaah berusia lanjut. Ia mempertanyakan standar mutu dan kelayakan bus yang disediakan, yang menurutnya perlu dievaluasi secara serius di lapangan.
“Keselamatan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama, karena banyak jemaah yang sudah sepuh. Ini bukan hanya soal harga, tapi tentang keamanan warga Bojonegoro yang dibiayai dengan dana APBD Bojonegoro,” tambahnya.
Ia berharap proses pengadaan ke depan bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi pemangku kebijakan agar lebih berpihak pada potensi lokal serta menjadikan keselamatan jemaah sebagai pertimbangan utama, bukan semata efisiensi anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Bojonegoro terkait alasan penggunaan armada luar daerah dan mekanisme evaluasi kelayakan bus yang disediakan. (Red)

Komentar (0)